Kasus dr. Icha Soroti Perlindungan Calon Tenaga Medis

  • 16 Jul 2026 15:01 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Kasus meninggalnya dr. Icha yang menjadi perhatian publik turut memunculkan kekhawatiran di kalangan calon dokter. Hal tersebut disampaikan mahasiswa saat ditemui di Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, Senin, 6 Juli 2026.

Mereka berharap pemerintah, rumah sakit, dan masyarakat bersama-sama memperkuat perlindungan bagi tenaga kesehatan agar pelayanan medis dapat berlangsung dengan aman dan profesional. Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Undana, Eureka, menilai perlindungan terhadap tenaga medis tidak hanya diperlukan ketika persoalan hukum muncul, tetapi juga selama proses pelayanan kesehatan berlangsung. Menurutnya, komunikasi yang baik antara tenaga medis, rumah sakit, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci untuk mencegah kesalahpahaman.

"Sebagai calon dokter, kami berharap ada perlindungan, bukan hanya perlindungan hukum setelah suatu kejadian terjadi, tetapi juga saat pelayanan sedang berlangsung. Semua pihak perlu berkontribusi menjaga ketertiban pelayanan agar tenaga medis dapat bekerja dengan baik untuk masyarakat," ujarnya.

Ia juga menilai masyarakat perlu mendapatkan sosialisasi yang lebih luas mengenai prosedur pelayanan kesehatan dan standar operasional yang dijalankan tenaga medis. Dengan pemahaman tersebut, diharapkan masyarakat dapat memahami setiap tindakan medis yang dilakukan sesuai ketentuan.

Meski mengakui kasus seperti ini menimbulkan kekhawatiran bagi calon dokter, Eureka menegaskan hal tersebut tidak boleh mematahkan semangat mahasiswa kedokteran untuk tetap mengabdi kepada masyarakat.

"Kejadian seperti ini memang tidak bisa diprediksi, tetapi kami harus tetap siap menghadapinya. Jangan sampai kehilangan semangat dan harapan untuk terus bekerja melayani masyarakat," katanya.

Hal senada disampaikan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Angkatan 2024 Universitas Nusa Cendana, Caroline Lydia Fulbertus Besadisa Pallidia. Ia menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dr. Icha dan berharap pemerintah memperkuat perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan.

Menurut Caroline, berdasarkan informasi yang diketahuinya, dokter telah menjalankan penanganan pasien sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan berkonsultasi dengan dokter spesialis. Namun, kasus tersebut tetap berujung pada persoalan hukum yang menimbulkan keresahan di kalangan calon dokter.

"Kasus ini membuat kami yang sebelumnya biasa saja menjadi lebih khawatir. Ke depan kami akan bertemu dengan pasien dari berbagai latar belakang dan karakter. Kami takut ketika sudah bekerja sesuai prosedur, tetapi masih menghadapi persoalan seperti ini," ungkapnya.

Caroline mengatakan sejak awal pendidikan, mahasiswa kedokteran telah ditempa untuk memiliki mental yang kuat. Namun demikian, menurutnya dukungan pemerintah melalui regulasi yang memberikan kepastian hukum tetap sangat dibutuhkan.

"Kami belajar menjadi dokter untuk membantu masyarakat. Karena itu kami berharap ada perlindungan hukum yang lebih kuat sehingga tenaga medis dapat menjalankan tugasnya dengan rasa aman," katanya.

Meski kasus tersebut menimbulkan kekhawatiran, kedua mahasiswa menegaskan akan tetap mempersiapkan diri menjadi tenaga medis yang profesional dengan terus meningkatkan kompetensi, menjaga etika profesi, serta memperkuat mental dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....