Siber Sehat NTT Jadi Gerakan Daerah Pertama Dukung Literasi Digital
- 09 Mei 2026 14:48 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Nusa Tenggara Timur, Drs. Adi E. Mandala, M.Si pada Sabtu, 9 Mei 2026 di area kegiatan Car Free Day (CFD) menyampaikan bahwa launching layanan Siber Sehat NTT menjadi gerakan pertama tingkat daerah dalam mendukung program siber sehat Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa gerakan tersebut lahir setelah pemerintah pusat menghadirkan program cek fakta untuk memperkuat literasi digital masyarakat secara nasional.
Adi E. Mandala mengatakan bahwa program Siber Sehat NTT muncul dari perhatian serius Melki Laka Lena Gubernur NTT terhadap kondisi ruang digital masyarakat saat ini. Menurutnya, penggunaan gadget yang semakin tinggi membuat banyak masyarakat mulai terpapar konten negatif yang memicu kecanduan berkepanjangan.
Menurutnya pemerintah hadir untuk mengendalikan, memantau, dan mengedukasi masyarakat agar penggunaan ruang digital menjadi lebih sehat dan produktif setiap harinya. Karena itu, Pemerintah Provinsi NTT menghadirkan platform Siber Sehat NTT sebagai sarana edukasi publik terhadap ancaman konten negatif di media digital.
Dengarkan Juga : Penjelasan Kadis Kominfo NTT Terkait Siber Sehat NTT
Adi Mandala mengatakan, paparan konten negatif secara terus menerus dapat menimbulkan dampak serius terhadap kondisi kesehatan mental dan psikologis masyarakat luas. Bahkan, ia menyebut beberapa kasus kecanduan digital telah menyebabkan gangguan halusinasi hingga perubahan perilaku sosial pada anak maupun remaja.
Dalam platform Siber Sehat NTT tersebut, pemerintah menyediakan empat kanal pengaduan aktif yang dapat diakses masyarakat selama dua puluh empat jam penuh setiap harinya. Kanal pengaduan itu melibatkan berbagai pihak profesional yang memiliki kepedulian terhadap penanganan dampak negatif penggunaan media digital masyarakat.
Ia menyebut pihak yang terlibat dalam layanan tersebut antara lain psikolog, tokoh agama, guru, kepala sekolah, serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait lainnya. OPD yang ikut mendukung program tersebut mencakup dinas sosial, dinas pendidikan, serta dinas perlindungan perempuan dan anak di Provinsi NTT.
Adi Mandala juga menjelaskan bahwa aplikasi Siber Sehat NTT telah terkoneksi langsung dengan pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan berbagai laporan masyarakat. Apabila suatu laporan tidak dapat diselesaikan di tingkat daerah, maka aduan tersebut akan diteruskan kepada Komdigi, Badan Siber dan Sandi Negara, serta lembaga terkait lainnya.
Selain menghadirkan layanan edukasi dan pengaduan, platform tersebut juga menyediakan tenaga profesional dari Rumah Sakit Jiwa Naimata untuk menangani kecanduan digital. Untuk laporan yang berkaitan dengan tindak pidana siber, pihak kepolisian juga disiapkan menerima aduan masyarakat dan melakukan proses penanganan hukum secara profesional. (AN)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....