Literasi dan Sastra Kunci Sukses Yosandi Funan Bouk Raih Prestasi

  • 07 Apr 2026 06:15 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Yosandi Funan Bouk, menunjukkan bahwa sastra bisa menjadi jalan untuk berprestasi hingga tingkat nasional bahkan internasional. Ia dikenal sebagai Duta Sastra Indonesia batch 2 mewakili Provinsi NTT yang aktif menginspirasi generasi muda melalui literasi.

Saat ini, Yosandi tengah menempuh pendidikan sebagai mahasiswa semester dua prodi bisnis administrasi di IPMI International Business School, Jakarta. Selain kuliah, ia juga aktif dalam organisasi kampus sebagai sekretaris BEM dan terlibat dalam berbagai kegiatan pengembangan diri serta edukasi literasi.

“Sastra itu bukan hanya tentang kata-kata, tetapi bagaimana kita memahami diri sendiri dan memiliki empati terhadap kehidupan,” ucap mahasiswi asal Malaka ini kepada RRI, Sabtu 4 April 2026. Ia menambahkan bahwa sastra menjadi medium untuk menyuarakan hal-hal yang sulit disampaikan secara langsung.

Baginya, sastra juga menjadi media untuk menyampaikan aspirasi dan membangun empati terhadap realitas sosial. Yosandi menekankan pentingnya keberanian untuk keluar dari zona nyaman demi pengembangan kapasitas diri yang berkelanjutan.

Dalam kiprahnya sebagai duta sastra, Yosandi aktif turun ke sekolah-sekolah untuk mengedukasi anak-anak tentang pentingnya literasi. Ia menggunakan pendekatan sederhana seperti kata-kata indah dan puisi ringan agar sastra terasa dekat dan menyenangkan.

Dalam memandang dunia sastra, Yosandi meyakini bahwa literasi memiliki kekuatan emosional yang mampu menyentuh sisi kemanusiaan terdalam setiap individu. Ia menjelaskan bahwa, "Sastra bagi saya adalah tentang bagaimana kita memahami diri sendiri terlebih dahulu, sehingga kita bisa memiliki rasa empati dan cara melihat realitas yang lebih dalam."

Kini, melalui posisinya di ASEAN-Global-Green-Affairs (AGGA), Yosandi tengah merintis platform "1000 Perempuan Menulis untuk Indonesia" yang mengintegrasikan literasi dengan isu lingkungan. Program ambisius ini bertujuan memberdayakan perempuan muda agar berani menyuarakan keresahan sosial serta menjaga kelestarian alam melalui karya tulisan yang persuasif.

Prestasi puncaknya yang juga diraihnya sebagai peraih Top 5 Best Digital Impact di ajang Women Inspiration Summit Kemenpora. Hal ini semakin mempertegas peran nyata Yosandi sebagai agen perubahan di era digital.

Ia berpesan bahwa setiap pencapaian harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat suara perempuan dan memberikan dampak positif yang inklusif bagi masyarakat luas. Meski begitu, ia menilai minat literasi generasi muda saat ini masih menghadapi tantangan, terutama akibat distraksi dari media sosial.

Namun, ia optimistis era digital juga membuka peluang baru untuk mengembangkan sastra melalui berbagai platform. Tak hanya di bidang sastra, Yosandi juga menguasai beberapa bahasa asing seperti Inggris, Italia, Rusia, dan Latin.

Keahlian multibahasa ini bukan sekadar hobi, melainkan jembatan bagi Yosandi untuk mewujudkan misi mulia membangun kursus bahasa gratis bagi anak-anak di desa yang memiliki keterbatasan akses pendidikan. Ia berharap ke depan dapat terus mengembangkan literasi sekaligus memberdayakan generasi muda, khususnya perempuan, agar berani berkarya dan membawa perubahan positif. (AK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....