Budaya Literasi Dorong Inovasi dan Kemajuan Generasi Unggul
- 25 Mei 2026 08:06 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Literasi adalah jembatan yang menghubungkan masyarakat menuju masa depan yang lebih siap, adaptif, dan berdaya saing. Literasi bukan saja soal kemampuan membaca dan menulis akan tetapi kemampuan berpikir kritis, kreativ, kolaboratif, dan berkomunikasi serta berinovasi, dan membangun generasi yang unggul.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rio Kasananda menegasakan pentingnya literasi bagi masyarakat saat menyampaikan sambutannya pada peringatan World Book Day 2026, dengan Tema: Connected by Literacy: Building Future-Ready Communities di Lipo Plaza Kupang, Sabtu, 23 Mei 2026. Menurutnya, peringatan Hari Buku Sedunia, World Book Day 2026 tidak hanya bersifat edukativ akan tetapi menyenangkan dan kreativ, menghadirkan berbagai perlombaan dan sosialisasi melibatkan pelajar dan mahasiswa di Kota Kupang, seperti mewarnai, mendongeng, pidato, dan program beasiswa gratis.
“Selain menghadirkan berbagai program literasi Bank Indonesia juga mendukung peningkatan akses pendidikan melalui program bantuan pendidikan kepada 275 Mahasiswi-Mahasiswa di Provinsi Nusa Tenggara Timur, melalui program Generasi Bangun Indonesia yang disingkat GENBI. Program ini merupakan bentuk komitmen Bank Indonesia dalam membina generasi muda agar tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga aktif, adaptif, serta memiliki kepedulian sosial dan semangat kontribusi bagi masyarakat,” ujar Rio Kasananda.
Bunda Literasi Nusa Tenggara Timur, Nyonya Mindriyati Astiningsi Laka Lena menyampaikan, peringatan Hari Buku Sedunia (World Book Day) bukan sekadar serimonial terhadap buku dan membaca. Akan tetapi mengingatkan seluruh elemen bahwa, Literasi adalah fondasi utama pembangunan Sumber Daya Manusia dan kunci menuju Indonesia Emas Tahun 2045.
“Gerakan literasi harus menjadi gerakan bersama. Literasi tidak hanya dilakukan di sekolah atau di perpustakaan, akan tetapi diberbagai tempat dimana dan kapan saja,” ujar Bunda Literasi NTT.
“Ia harus dilakukan dan hidup di rumah, di lingkungan masyarakat, di ruang-ruang public bahkan di ruang-ruang digital yang kini menjadi bagian kehidupan kita sehari-hari. Sebagai Bunda Literasi saya meyakini bahwa penguatan budaya membaca atau literasi adalah investasi jangka panjang bagi masa depan generasi NTT,” katanya lebih lanjut.
Mewakili Gubernur Nusa Tenggara Timur, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo mengungkapkan, salah satu tantangan bagi generasi muda saat ini adalah menurunnya semangat belajar dan minat membaca akibat penggunaan teknologi yang tidak bijak. Hal ini termasuk maraknya pemarmainan atau game online yang terus tumbuh dan berkembang.
Ia menyampaikan, tidak sedikit anak-anak menghabiskan waktu di depan layar Handphone dari pada belajar, membaca, atau berinteraksi sosial secara langsung bersama sesama di sekitarnya. Kondisi ini menurutnya, harus terus digerakan bersama agar budaya membaca dan belajar terus menjadi bagian penting mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas Tahun 2045. (at)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....