Wabup Kupang Soroti Ancaman Cuaca Ekstrem

  • 08 Sep 2026 08:02 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki menyoroti perubahan cuaca dan kondisi iklim yang semakin tidak menentu serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri rangkaian Pesta Pelindung Paroki, Syukur Panen dan Pelantikan Dewan Pastoral Paroki di Paroki Santa Helena Lili-Camplong, Minggu, 6 September 2026.

Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki, kepada RRI.CO.ID, Minggu 6 September 2026, mengatakan perubahan pola cuaca menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian. Ketidakpastian musim dapat memengaruhi proses penanaman, pertumbuhan tanaman hingga waktu panen yang pada akhirnya turut menentukan hasil produksi dan pendapatan petani.

Ia menjelaskan masyarakat mulai memasuki musim panas dan kondisi tersebut berpotensi semakin berat apabila terjadi panas ekstrem dalam waktu yang panjang. Situasi ini perlu menjadi perhatian bersama karena ketersediaan air dan kondisi lahan sangat menentukan keberhasilan masyarakat dalam mengelola pertanian.

Menurut Aurum, pola musim yang dahulu relatif mudah diperkirakan kini mulai mengalami perubahan sehingga petani harus lebih berhati-hati dalam menentukan waktu bercocok tanam. Perubahan tersebut juga menuntut adanya penyesuaian pola pertanian agar masyarakat dapat mengurangi risiko gagal panen akibat kondisi cuaca yang sulit diprediksi.

“Kita saat ini sudah mulai memasuki musim panas, bahkan musim panas ekstrem,” ucap Aurum

Aurum mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama dengan menyesuaikan berbagai strategi di sektor pertanian. Menurutnya, pengalaman masyarakat pada masa lalu dalam menentukan waktu tanam dan panen tidak selalu dapat menjadi patokan karena kondisi iklim saat ini terus mengalami perubahan.

Karena itu, momentum Syukur Panen diharapkan tidak hanya menjadi kesempatan untuk merayakan hasil pertanian yang telah diperoleh masyarakat. Perayaan tersebut juga menjadi pengingat agar masyarakat terus menjaga lahan pertanian, memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana serta memperkuat ketahanan pangan di tengah perubahan kondisi alam. (AI)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....