Gubernur NTT: Pergub Jam Belajar Wajibkan Orang Tua Dampingi Anak

  • 06 Jul 2026 22:38 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena meluncurkan NTT Mart by One School One Product dan mensosialisasikan Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2026 tentang Jam Belajar Masyarakat di SMK Negeri 1 Labuan Bajo, Jumat 3 Juli 2026 malam.

Dua program itu jadi strategi Pemprov NTT untuk membenahi pendidikan dan menumbuhkan kewirausahaan siswa. Jam Belajar Masyarakat mewajibkan keluarga mendampingi anak belajar pukul 18.00–19.30 WITA setiap hari.

"Data TKA menjadi alarm bagi kita semua. Persoalan pendidikan tidak bisa dibebankan hanya kepada sekolah. Orang tua, keluarga, masyarakat harus kembali mengambil peran," kata Gubernur

Menurut Melki, hasil Tes Kemampuan Akademik menempatkan NTT di 3 posisi terbawah nasional untuk Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika. Karena itu Pemprov mewajibkan jam belajar dan menghentikan aktivitas yang mengganggu seperti pesta atau musik keras.

Tujuan kebijakan bukan sekadar waktu belajar, tapi menghidupkan interaksi keluarga. "Saya bercermin dari sistem sekolah berasrama. Melalui Jam Belajar Masyarakat, kita ingin membangun sistem itu di lingkungan keluarga," kata Melki.

Lewat OSOP, sekolah didorong menghasilkan produk unggulan bernilai ekonomi. Produk itu dipasarkan via NTT Mart bersama konsep One Village One Product dan One Community One Product. Total transaksi NTT Mart di seluruh NTT sudah capai Rp1 miliar. Sumba Tengah disebut Gubernur jadi contoh terbaik meski banyak keterbatasan.

Sekda Manggarai Barat Fransiskus Sales Sodo mengapresiasi OSOP. Menurutnya, Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas punya peluang besar bagi UMKM dan karya siswa. Tantangan utama generasi muda bukan hanya akademik, tapi kepercayaan diri.

Dialog siswa mengungkap masih ada teman belum lancar baca-hitung. Komite sekolah usul Jam Belajar diperluas ke SD-SMP. SLB minta tambahan guru dan bantuan asrama. Gubernur memastikan bantuan uang makan asrama SLB sedang diproses.

"NTT Mart memang jauh dari sempurna. Tetapi saya tidak mau kita terjebak menunggu semuanya sempurna baru mulai. Kita mulai sekarang, lalu kita perbaiki bersama," ucap Gubernur.

Pemprov NTT berharap dua program itu melahirkan generasi berliterasi baik, berkarakter kuat, dan punya jiwa wirausaha untuk menggerakkan ekonomi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....