Kunker di Boawae, Gubernur NTT Ajak Ngada dan Nagekeo Sukseskan Pergub Jam Belajar
- 06 Jul 2026 08:25 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, melanjutkan rangkaian sosialisasi Peraturan Gubernur NTT Nomor 24 Tahun 2026 tentang Jam Belajar Masyarakat dengan menyapa para guru dan pelajar dari Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo. Kegiatan yang berlangsung di SMAK St. Clemens Boawae, Kabupaten Nagekeo, Sabtu 4 Juli ini, dihadiri Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Koordinator Pengawas wilayah Ngada–Nagekeo, para pengawas sekolah, para kepala sekolah, guru, serta ketua OSIS SMA dan SMK dari kedua kabupaten. Dalam sekapur sirihnya, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi NTT terhadap pembangunan pendidikan di wilayah Ngada dan Nagekeo.
Menurutnya, kehadiran Gubernur menjadi penyemangat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk semakin memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
"Kita memiliki misi yang sama, yakni meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Nagekeo dan Ngada. Pendidikan adalah aset jangka panjang dan harta yang paling berharga bagi generasi muda kita," ujar Bupati.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur menjelaskan alasan utama Pemerintah Provinsi NTT menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2026 tentang Jam Belajar Masyarakat. Menurutnya, kebijakan tersebut lahir setelah melihat kondisi mutu pendidikan di NTT yang masih memerlukan pembenahan secara serius.
Gubernur mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), NTT berada pada peringkat ke-36 dari 38 provinsi di Indonesia atau tiga terbawah secara nasional.
"Data ini menjadi alarm bagi kita semua. Kita memang memiliki sekolah-sekolah dan anak-anak yang berprestasi, tetapi itu belum mencerminkan kondisi pendidikan NTT secara keseluruhan. Masih ada persoalan besar yang harus kita selesaikan bersama," kata Gubernur.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali budaya membaca, menulis, dan berhitung sebagai fondasi utama peningkatan kualitas sumber daya manusia. "Ayo membaca, ayo menulis, ayo berhitung. Kita ingin semakin banyak anak-anak kita memperoleh pendidikan yang berkualitas, bukan sekadar menyelesaikan jenjang pendidikan,” ujarnya.
Menurut Gubernur, persoalan pendidikan tidak cukup diselesaikan hanya dengan menambah akses pendidikan. Yang jauh lebih penting adalah memastikan kualitas proses belajar setiap anak terus meningkat.
Ia juga mengajak seluruh pihak melakukan pembenahan secara bersamaan, mulai dari peningkatan kompetensi guru, penyediaan sarana dan prasarana pendidikan, hingga menghidupkan kembali keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam mendampingi anak belajar.
"Kalau kita jujur, hari ini guru-guru kita sebagian besar sudah bergelar sarjana. Tetapi kita juga harus terus meningkatkan kualitas pembelajaran agar ilmu yang diberikan benar-benar dipahami oleh peserta didik. Pendidikan bukan hanya urusan sekolah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama," ucapnya.
Gubernur menjelaskan bahwa melalui Pergub Nomor 24 Tahun 2026, Pemerintah Provinsi NTT menetapkan pelaksanaan Jam Belajar Masyarakat setiap pukul 18.00 hingga 19.30 WITA. Pada waktu tersebut diharapkan seluruh aktivitas yang tidak mendesak, baik kegiatan pemerintahan, kemasyarakatan maupun kegiatan adat, dapat menyesuaikan sehingga anak-anak memperoleh ruang untuk belajar bersama keluarga.
"Selama satu setengah jam itu, anak-anak harus memiliki waktu khusus untuk belajar. Orang tua mendampingi mereka, keluarga hadir bersama, dan masyarakat ikut menciptakan suasana yang kondusif. Inilah semangat Jam Belajar Masyarakat," tuturnya.
Selain memperkuat kemampuan akademik, Gubernur menegaskan bahwa arah pembangunan pendidikan NTT juga bertumpu pada pembentukan karakter dan pengembangan jiwa kewirausahaan. Menurutnya, lulusan sekolah di NTT harus mampu menjadi pribadi yang berintegritas sekaligus memiliki kemampuan menciptakan peluang usaha.
Dalam arahannya, Gubernur juga mengingatkan bahwa masih terdapat peserta didik yang telah menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi, namun belum memiliki kemampuan membaca, menulis, dan berhitung secara memadai. Kondisi tersebut, menurutnya, harus menjadi bahan evaluasi bersama.
"Kalau anak-anak kurang berkembang, itu bukan salah mereka. Itu adalah tanggung jawab kita semua. Kita punya pekerjaan rumah besar untuk memperbaiki kualitas pendidikan di NTT," tegasnya.
Sosialisasi berlangsung interaktif melalui sesi dialog bersama para ketua OSIS dan perwakilan siswa dari berbagai sekolah. Dalam dialog tersebut, para siswa menyampaikan bahwa kemampuan membaca di kalangan pelajar pada umumnya sudah cukup baik, namun kemampuan menulis dan memahami materi bacaan masih perlu terus ditingkatkan.
Mereka juga menilai penggunaan telepon genggam secara berlebihan menjadi salah satu tantangan yang memengaruhi budaya literasi di kalangan peserta didik. Selain itu, para siswa berharap metode pembelajaran terus dikembangkan agar lebih menarik, mudah dipahami, dan mampu meningkatkan minat baca serta kemampuan berpikir kritis.
Diskusi berlangsung hangat dan menunjukkan antusiasme para pelajar dalam mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan di Nusa Tenggara Timur. Menanggapi berbagai masukan tersebut, Gubernur mengapresiasi keterbukaan para pelajar dalam menyampaikan kondisi nyata di sekolah masing-masing.
Menurutnya, suara para siswa menjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi pemerintah dan dunia pendidikan untuk merumuskan langkah-langkah perbaikan yang lebih tepat sasaran.
Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Provinsi NTT berharap implementasi Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2026 tentang Jam Belajar Masyarakat tidak hanya menjadi sebuah kebijakan administratif, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, sekolah, keluarga, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat. Dengan kolaborasi tersebut diharapkan budaya belajar semakin kuat, kualitas pendidikan meningkat, dan lahir generasi NTT yang unggul secara akademik, berkarakter, serta memiliki daya saing dan semangat berwirausaha.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....