Masyarakat Minta Pengawasan Ketat Terhadap Agen Minyak Tanah

  • 22 Jun 2026 07:21 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Masyarakat Kota Kupang meminta adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap agen dan pangkalan minyak tanah yang dinilai belum menjalankan distribusi secara adil. Keluhan tersebut muncul di tengah kelangkaan minyak tanah yang masih terjadi dan menyebabkan harga jual di tingkat masyarakat terus meningkat.

Pedagang makanan di Kantin SDK Don Bosco 4, Novi, menilai sebagian agen lebih mengutamakan pembeli dalam jumlah besar dibandingkan masyarakat yang membeli untuk kebutuhan rumah tangga atau usaha kecil. Akibatnya, banyak warga harus mengantre lama namun tetap tidak mendapatkan jatah minyak tanah.

“Kalau menurut saya, ada agen yang tidak adil dalam pembagian minyak tanah. Kami yang hanya beli satu atau dua jerigen sering tidak dilayani, sementara pembeli dalam jumlah besar lebih diprioritaskan,” ucap Novi kepada RRI, Kamis 4 Juni 2026.

Hal senada disampaikan oleh Mama Gabriel yang menilai sistem distribusi di lapangan masih perlu diperbaiki. Ia mengaku sering melihat pembatasan pembelian bagi warga biasa, sementara ada pihak tertentu yang dapat membeli dalam jumlah lebih banyak untuk dijual kembali.

“Yang membuat kami miris, masyarakat yang hanya butuh satu atau dua jerigen untuk dipakai sendiri justru kesulitan. Sementara ada yang bisa membeli banyak lalu dijual kembali dengan harga lebih tinggi,” katanya.

Kedua narasumber berharap Pertamina dan pemerintah daerah turun langsung melakukan pengawasan terhadap agen dan pangkalan minyak tanah. Mereka meminta agar setiap agen menjalankan distribusi secara transparan dan adil sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat memperoleh minyak tanah dengan harga yang sesuai ketentuan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....