Wakil Bupati Kupang Ajak Generasi Muda Lestarikan Bahasa dan Tradisi
- 09 Jun 2026 07:59 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Semangat pelestarian budaya dan bahasa daerah kembali digaungkan dalam penutupan Bulan Budaya dan Bahasa Jemaat GMIT Sontetus Oe'ika yang berlangsung di Gedung Kebaktian Jemaat Sontetus Oe'ika, Desa Baumata Utara, Kecamatan Taebenu, Kamis, 4 Mei 2026. Kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki, menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas budaya masyarakat sekaligus menanamkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan tradisi leluhur.
Dalam sambutannya, Aurum Titu Eki menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh jemaat yang telah menyelenggarakan rangkaian kegiatan budaya yang dinilai sarat makna dan bernilai strategis bagi pembangunan masyarakat. Menurut Aurum, Bulan Budaya dan Bahasa tidak sekadar menjadi agenda seremonial gereja, melainkan sebuah gerakan kebudayaan yang mampu memperkuat jati diri masyarakat di tengah arus perubahan zaman yang semakin cepat.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersyukur karena masih diberi kesempatan menjaga dan mengembangkan warisan budaya melalui berbagai perlombaan, workshop bahasa daerah, serta kegiatan penelusuran sejarah masyarakat Baumata. "Dalam perspektif pemerintah ini sangat strategis karena sejalan dengan program pemerintah dalam bidang kebudayaan yaitu melindungi, mengembangkan dan memanfaatkan nilai-nilai budaya lokal sebagai kekuatan pembangunan daerah," ujarnya.
Aurum menilai masyarakat Oe'ika dan Baumata Utara memiliki kekayaan budaya yang kuat. Kehidupan masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani menunjukkan kedekatan yang erat dengan alam serta tradisi yang diwariskan para leluhur.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga memberikan apresiasi terhadap upaya penelusuran sejarah dan asal-usul masyarakat Baumata yang dilakukan Tim Pascasarjana Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Menurutnya, dokumentasi sejarah lokal merupakan investasi intelektual yang sangat penting bagi generasi mendatang.
"Saya, Aurum Obe Titu Eki, menyambut baik penelusuran asal usul untuk generasi penerus yang dilakukan oleh Tim Pascasarjana Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Ini merupakan dokumentasi penting dalam pelestarian budaya lokal, nilai dan identitas budaya tidak hilang namun dapat diwariskan," katanya.
Aurum juga menyoroti kekayaan keberagaman budaya di Kabupaten Kupang yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. "Hari ini saya datang di Taebenu sementara saya orang Fatuleu, pakai baju bermotif Rote, dikasih kain tenun Sabu, tapi yang kasih dari Taebenu. Ada perbedaan yang luar biasa," ucapnya.
Pemerintah Kabupaten Kupang, lanjut Aurum, berkomitmen mendukung berbagai program pelestarian budaya melalui kolaborasi bersama gereja, lembaga pendidikan, komunitas budaya, dan masyarakat. Penutupan Bulan Budaya dan Bahasa Jemaat GMIT Sontetus Oe'ika berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan, mulai dari perlombaan budaya, workshop bahasa daerah hingga pemaparan hasil penelusuran sejarah masyarakat Baumata.
Seluruh rangkaian kegiatan menjadi ruang refleksi bersama tentang pentingnya menjaga identitas budaya sebagai fondasi pembangunan masyarakat yang berkarakter, berdaya saing, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai luhur warisan leluhur. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Majelis Sinode GMIT Pdt. Lay Abdi Karya Weni, Kabag Pemerintahan Setda Kabupaten Kupang Jane Paoh, Dosen Antropologi UKAW Dr. Lince Pellu, Camat Taebenu Rolanda Pelondou, Kepala Desa Baumata Utara, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....