Pemkab Kupang Perkuat Sinergi Bersama Gereja Demi Pembangunan Berkelanjutan

  • 23 Jul 2026 15:24 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Pemerintah Kabupaten Kupang terus memperkuat kemitraan dengan gereja sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Kupang, Yosef Lede, saat menghadiri Ibadah Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Kebaktian Jemaat Ebenhaezer Oelbiteno di Desa Oelbiteno, Kecamatan Fatuleu Tengah, Rabu, 15 Juli 2026.

Bagi Pemerintah Kabupaten Kupang, pembangunan rumah ibadah tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan fisik, tetapi juga sebagai investasi sosial yang memperkuat kehidupan spiritual, persatuan, dan karakter masyarakat. Karena itu, pemerintah menempatkan gereja sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan gereja harus terus diperkuat melalui komunikasi, perencanaan, dan kolaborasi yang berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan akan berjalan lebih efektif apabila seluruh elemen masyarakat memiliki tujuan yang sama.

"Kita ingin gereja dan pemerintah terus berjalan sebagai mitra. Kalau perencanaannya disiapkan dengan baik, maka pemerintah juga dapat membantu sesuai aturan yang berlaku. Sinergi seperti inilah yang ingin terus kita bangun," ujar Bupati.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kabupaten Kupang berkomitmen membantu pembangunan fasilitas umum milik gereja, termasuk memfasilitasi proses penerbitan sertifikat tanah melalui koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN, sepanjang seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi. Bupati juga mengimbau seluruh gereja di Kabupaten Kupang agar menyiapkan legalitas aset sejak dini.

Menurutnya, kepastian hukum atas aset gereja menjadi langkah penting agar berbagai bentuk dukungan pemerintah dapat diberikan secara optimal sesuai ketentuan yang berlaku. Selain aspek legalitas, Bupati menjelaskan bahwa setiap usulan pembangunan gereja perlu dirancang melalui mekanisme perencanaan yang terstruktur.

Ia mendorong agar program pembangunan dibahas dalam forum-forum resmi gereja, seperti sidang klasis, sehingga dapat diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan pemerintah daerah. Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh jemaat untuk menjaga semangat gotong royong sebagai kekuatan utama dalam menyelesaikan pembangunan Gedung Kebaktian Jemaat Ebenhaezer Oelbiteno.

Menurutnya, kolaborasi yang baik antara jemaat, pemerintah, dan para pemangku kepentingan akan menghasilkan pembangunan yang memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Momentum peletakan batu pertama Gedung Kebaktian Jemaat Ebenhaezer Oelbiteno menjadi bukti bahwa pembangunan akan semakin kuat ketika pemerintah, gereja, DPRD, dan masyarakat berjalan bersama.

Kemitraan yang dibangun tidak hanya bertujuan menghadirkan infrastruktur yang lebih baik, tetapi juga memperkuat kualitas kehidupan masyarakat melalui semangat gotong royong, pelayanan, dan pembangunan yang berkelanjutan. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....