Bupati Kupang Hadiri Panen Raya di Lapas, Bukti Lahan Berbatu Bisa Produktif

  • 25 Mei 2026 14:53 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Bupati Kupang, Yosef Lede, menghadiri kegiatan Panen Raya Jagung yang berlangsung di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Kupang, Jumat, 22 Mei 2026 pagi. Kegiatan ini menjadi sorotan karena berhasil mengubah lahan berbatu karang yang sebelumnya dianggap tidak produktif menjadi area pertanian jagung yang subur dan bernilai ekonomi.

Panen raya tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama PT Silvano Maynard Jaya (SMJ). Dari lahan seluas kurang lebih dua hektare, program ini mampu menghasilkan panen sekitar 10 ton jagung, sebuah capaian yang dinilai sebagai bukti nyata inovasi pemanfaatan lahan terbatas.

Dalam sambutannya, Bupati Kupang menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran Kanwil Ditjenpas NTT, khususnya Kepala Kanwil Ketut Akbar Herry Achjar, yang dinilainya berhasil menghadirkan terobosan di tengah keterbatasan alam.

“Saya sebagai Bupati Kupang memberikan apresiasi kepada Kanwil Ditjenpas NTT dan Pak Akbar yang hari ini melakukan sesuatu yang luar biasa di kawasan berbatu karang. Ini sesuatu yang bagi sebagian orang mungkin tidak mungkin, tetapi hari ini Ditjenpas membuktikan bahwa yang tidak mungkin bisa menjadi mudah,” ujar Yosef Lede.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan tersebut menunjukkan potensi besar daerah yang selama ini belum dimaksimalkan. Menurutnya, lahan-lahan marginal sekalipun tetap dapat memberikan manfaat apabila dikelola dengan baik, terutama dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Daerah ini sebenarnya tanah yang diberkati Tuhan. Di atas batu karang saja bisa tumbuh, apalagi di lahan yang subur. Hari ini kita diajak untuk memanfaatkan lahan yang ada demi mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi perhatian Presiden Republik Indonesia,” katanya.

Selain aspek produksi pangan, Bupati Kupang juga menyoroti nilai pembinaan dari kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa program pertanian di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga memberikan keterampilan kerja bagi warga binaan sebagai bekal saat kembali ke masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjenpas NTT, Ketut Akbar Herry Achjar, menegaskan bahwa program pertanian ini merupakan implementasi dari arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Menurutnya, lembaga pemasyarakatan kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai ruang produktif yang mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat melalui kegiatan pertanian, peternakan, dan perikanan.

Program ini juga akan terus dikembangkan di seluruh satuan kerja pemasyarakatan di NTT sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda nasional di bidang ketahanan pangan dan peningkatan keterampilan warga binaan. Kegiatan panen raya ini turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan DPRD, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Sekda Kota Kupang, serta para mitra kerja pemasyarakatan lainnya.

Suasana panen berlangsung hangat dan penuh apresiasi atas keberhasilan program yang dinilai mampu mengubah keterbatasan menjadi peluang nyata. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....