Gubernur Soroti Peluang Ekonomi Besar Wilayah Perbatasan Belu
- 31 Mar 2026 06:33 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang - Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyoroti besarnya potensi ekonomi wilayah perbatasan di Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Ia menilai peluang tersebut belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat lokal.
Menurutnya, arus perdagangan di wilayah perbatasan sangat tinggi setiap hari. Kondisi ini seharusnya menjadi kesempatan bagi produk lokal untuk berkembang dan menembus pasar lintas negara. “Perbatasan ini transaksi hariannya besar sekali,” katanya.
Namun, ia mengingatkan agar masyarakat tidak hanya menjadi konsumen produk luar. Dominasi barang dari luar daerah dinilai merugikan ekonomi lokal.
“Jangan sampai kita hanya jadi penonton,” ujarnya saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Teun, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Minggu, 29 Maret 2026 malam .
Melki juga menyinggung persoalan defisit perdagangan daerah yang mencapai sekitar Rp51 triliun setiap tahun. Angka ini menunjukkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap produk dari luar daerah. “Uang kita banyak keluar,” tuturnya.
Ia mencontohkan komoditas sederhana seperti pinang yang masih didatangkan dari luar daerah dalam jumlah besar. Padahal, menurutnya, komoditas tersebut dapat diproduksi sendiri oleh masyarakat lokal. “Ini yang harus kita ubah,” ucapnya.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa keterbatasan perputaran ekonomi juga dipengaruhi oleh struktur anggaran daerah yang sebagian besar terserap untuk belanja pegawai. Hal ini membuat ruang gerak ekonomi masyarakat menjadi terbatas.
Sebagai solusi, pemerintah mendorong penguatan jaringan pemasaran lokal seperti NTT Mart agar produk daerah dapat terserap pasar. “Kita harus bangga beli produk NTT,” katanya.
Di akhir kunjungannya, Gubernur menegaskan bahwa keberhasilan memanfaatkan peluang ekonomi perbatasan bergantung pada kemauan masyarakat untuk berubah. “Mulai dari yang kita bisa. Jangan menyerah,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....