Wagub NTT Apresiasi Produk bambu YBBL Tembus Pasar Internasional

  • 23 Jul 2026 12:06 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Labuan Bajo- Potensi bambu NTT terus menunjukkan daya saing di pasar global. Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, berhasil mengekspor sekitar 15 ribu batang bambu ke Polandia untuk pembangunan rumah khas NTT.

“ Kunjungan ini merupakan kali kedua Wakil Gubernur ke Rumah Bambu YBLL setelah sebelumnya mendampingi Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) pada pertengahan bulan Februari 2026 lalu, “ ungkap Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma , Selasa 21 Juli 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur meninjau proses produksi sekaligus berdialog dengan pengelola mengenai pengembangan industri bambu yang semakin diminati pasar nasional maupun internasional.

"Saya sangat mengapresiasi kreativitas pemuda-pemudi di Yayasan Bambu Lingkungan Lestari. Perkembangannya luar biasa karena produk bambu dari Manggarai Barat kini sudah dipasarkan hingga ke luar negeri. Ini menjadi kebanggaan bagi NTT. Kita harus terus mempromosikan produk ini agar semakin banyak pesanan, tentu dengan tetap menjaga kualitas, keindahan, dan kekuatan bambunya," ujar Wakil Gubernur.

Wakil Gubernur menilai keberhasilan tersebut membuktikan bahwa komoditas lokal mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru apabila dikelola secara profesional, berorientasi mutu, dan didukung inovasi.

Project Officer Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL), Septiani Solfriyansi Maro, menjelaskan bahwa bambu asal Manggarai Barat telah berhasil memasuki pasar internasional melalui ekspor ke Polandia.

"Sebanyak kurang lebih 15 ribu batang bambu telah kami kirim ke Polandia untuk pembangunan rumah khas NTT. Sebelum diekspor, bambu diawetkan terlebih dahulu di Manggarai Barat, kemudian dikirim ke Bali untuk menjalani proses karantina sebelum diberangkatkan ke Polandia. Setelah tiba di sana, bambu kembali mendapatkan treatment sesuai standar negara tujuan," jelas Septiani.

Selain ekspor, YBLL juga melayani berbagai permintaan dari dalam negeri, mulai dari sektor perhotelan, PT Haldin, hingga Pamudi Luhur Jakarta yang memesan berbagai produk furnitur berbahan bambu.

"Nilai omzet usaha kami saat ini hampir mencapai Rp600 juta," tambahnya.

Septiani menjelaskan, bambu yang berasal dari desa-desa di Manggarai Barat terlebih dahulu disortir sebelum dipotong sesuai kebutuhan dengan panjang sekitar 2,6 meter. Seluruh bambu dibeli langsung dari masyarakat sehingga turut memberikan nilai tambah bagi ekonomi warga.(BiroAdpim)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....