Wabup Kupang Tutup Musrenbang Fatuleu Tengah, Dorong Sinergi Pembangunan

  • 09 Mar 2026 10:06 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang - Wakil Bupati Kupang secara resmi menutup rangkaian kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 tingkat Kecamatan Fatuleu Tengah. Kegiatan penutupan berlangsung khidmat di Gereja Imanuel Nonbaun, Jumat, 6 Maret 2026.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat yang dihimpun selama Musrenbang akan menjadi dasar dalam menentukan prioritas pembangunan daerah ke depan. “Hasil Musrenbang ini akan menjadi fondasi utama RKPD tahun 2027 dan selaras dengan RPJMD 2025-2029 serta target SDGes Nasional. Fokus kita di tahun 2026 adalah memperkuat ketahanan pangan dan aksesibilitas wilayah,” ujarnya.

Menurutnya, tema pembangunan Kabupaten Kupang tahun 2027 yakni Percepatan Transformasi Lokal Berbasis Hilirisasi, Infrastruktur Berkelanjutan dan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas Menuju Kabupaten Kupang Emas harus menjadi arah bersama dalam pembangunan daerah. Ia menjelaskan bahwa pembangunan ke depan harus diarahkan pada penguatan ekonomi lokal melalui hilirisasi potensi daerah, pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan dan merata, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan berdaya saing.

Wabup Aurum juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat serta pihak gereja yang telah memfasilitasi tempat pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam mendukung agenda pembangunan daerah.

Penutupan Musrenbang ini menandai berakhirnya proses penjaringan usulan program dari tingkat bawah (bottom-up) di wilayah Kecamatan Fatuleu Tengah. Selanjutnya, berbagai usulan tersebut akan dibahas pada forum perangkat daerah hingga Musrenbang tingkat Kabupaten Kupang.

Di tengah sambutannya, Wabup Aurum juga menyinggung tantangan ekonomi yang tengah dihadapi pemerintah daerah. Ia mengakui bahwa kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Kabupaten Kupang, tetapi juga dirasakan hingga tingkat nasional.

“Bapa dan Mama sekalian, saya mengerti kondisi kita. Pemerintah pun saat ini sedang pusing menghadapi situasi ekonomi yang sulit. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Kupang, tapi juga dirasakan hingga ke tingkat pusat,” katanya di hadapan warga dan para pemangku kepentingan.

Ia menegaskan bahwa sektor infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan pertanian tetap menjadi prioritas pembangunan meskipun di tengah keterbatasan anggaran. Dalam kesempatan itu, Aurum juga menceritakan kisah seorang kepala daerah yang bersujud di hadapan para menteri demi memperjuangkan kesejahteraan masyarakatnya.

“Ada kepala daerah dari Nias Utara yang sampai berlutut di di hadapan Menteri-menteri dan berkata, 'Kami capek jadi orang miskin'. Kondisi daerah memang susah, dan pemerintah mengakui itu. Namun, itu bukan alasan bagi kita untuk menyerah,” katanya.

Ia berharap para camat bersama seluruh pemangku kepentingan dapat terus menjaga semangat kolaborasi, koordinasi, dan gotong royong dalam mengawal pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Kupang. “Saya titip, mari kita lakukan perubahan dari diri sendiri. Laporkan apa yang menjadi beban rakyat, dan ayo kita selesaikan bersama dengan kolaborasi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kupang, Habel Mbate, turut mengapresiasi pelaksanaan Musrenbang tingkat kecamatan yang dinilai berhasil menjaring aspirasi langsung dari masyarakat.Ia menyatakan bahwa berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi perhatian pemerintah daerah, meskipun kondisi keuangan daerah saat ini masih terbatas.

“Saat ini masih efisiensi dan anggaran yang ada di APBD sangat terbatas. Namun kita terus berjuang dan percaya perhatian Pemerintah Pusat bagi kita tetap ada,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para anggota DPRD Kabupaten Kupang, Asisten I Sekda Kabupaten Kupang Guntur Subu Taopan, pimpinan OPD lingkup Kabupaten Kupang, Camat Fatuleu Tengah Gratia Rawis, para kepala desa, tokoh adat, serta perwakilan kelompok perempuan dan pemuda setempat. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....