Wabup Kupang Dorong Sekolah Inklusif lewat Penguatan Program WASH

  • 11 Jun 2026 15:53 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang– Pemerintah Kabupaten Kupang terus memperkuat upaya peningkatan kualitas layanan air bersih, sanitasi, dan kebersihan di lingkungan sekolah. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan Lokakarya Hasil Penilaian Air, Sanitasi, Kebersihan di Sekolah dan Perencanaan Peningkatan Kualitas Fasilitas Air, Sanitasi, Kebersihan yang Inklusif dan Tangguh Iklim di Sekolah Kabupaten Kupang yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki, di Aula Kantor Bupati Kupang, Oelamasi, Rabu 10 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Aurum Titu Eki menyampaikan apresiasi kepada UNICEF Indonesia, Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI), dan Kakao Bank yang telah memberikan dukungan dalam meningkatkan layanan Water, Sanitation and Hygiene (WASH) atau air, sanitasi, dan kebersihan di sekolah-sekolah Kabupaten Kupang. Menurutnya, ketersediaan fasilitas WASH yang layak, inklusif, dan tangguh terhadap perubahan iklim menjadi kebutuhan mendasar yang tidak dapat diabaikan.

"Ketersediaan fasilitas WASH yang layak, inklusif, dan tangguh iklim merupakan fondasi penting bagi kesehatan, martabat, serta pemenuhan hak dasar anak. Di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin nyata, seperti kekeringan berkepanjangan dan curah hujan ekstrem, ketahanan fasilitas WASH menjadi kebutuhan mendesak untuk menjamin keberlangsungan proses belajar mengajar dan kesehatan peserta didik," ucap Wakil Bupati kupang Aurum Titu Eki, kepada RRI.CO.ID, Rabu 10 Juni 2026.

Ia menjelaskan, hasil asesmen yang dilakukan secara kolaboratif pada puluhan sekolah di Kabupaten Kupang menunjukkan masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang perlu segera ditangani. Di antaranya keterbatasan akses air bersih sepanjang tahun, rasio toilet yang belum memenuhi standar, minimnya sarana cuci tangan pakai sabun, serta belum optimalnya akses fasilitas bagi anak perempuan dan penyandang disabilitas.

Pemerintah Kabupaten Kupang berkomitmen menjadikan program WASH in School (WinS) sebagai bagian penting dari perencanaan pembangunan daerah. Komitmen tersebut akan diwujudkan melalui dukungan kebijakan, regulasi, serta penganggaran yang berpihak pada peningkatan layanan sanitasi dan air bersih yang inklusif dan tahan terhadap dampak perubahan iklim.

Melalui lokakarya ini, para pemangku kepentingan diharapkan dapat membangun kesepahaman mengenai konsep WASH yang inklusif dan cerdas iklim, sekaligus menyusun langkah-langkah konkret dalam meningkatkan kualitas fasilitas sekolah. Salah satu target yang akan dicapai adalah penetapan 20 sekolah prioritas yang menjadi fokus intervensi program ke depan. (AI)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....