Menteri Nusron: Organisasi Maju berawal dari Disiplin dan Tata Kelola yang Baik

  • 16 Mei 2026 16:57 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid menegaskan bahwa kunci utama membangun organisasi yang kuat dan profesional terletak pada disiplin, pembagian tugas yang jelas, serta tata kelola yang tertata rapi. Hal tersebut disampaikan saat menjadi pembicara dalam Kursus Banser Pimpinan (SUSBANPIM) Angkatan VIII di Kabupaten Semarang, Kamis, 14 Mei 2026.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Pusdik Binmas Lemdiklat Polri, Menteri Nusron memberikan pembekalan kepada 105 kader Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) dari berbagai daerah mengenai strategi penguatan good governance dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam organisasi. “Kalau kita bicara good governance dan tata kelola, teorinya banyak, tapi intinya ada tiga. Pertama disiplin, kedua pembagian tugas yang jelas, dan ketiga lakukan apa yang ditulis serta tulis apa yang bisa dilakukan,” ujar Menteri Nusron di hadapan peserta.

Menurutnya, organisasi tidak akan mampu berkembang tanpa aturan main yang jelas. Ia menekankan pentingnya sistem kerja yang terstruktur, standar operasional prosedur (SOP), serta mekanisme pengawasan dan pelaporan yang berjalan secara konsisten.

“Tata kelola itu sebetulnya aturan main, good governance, corporate governance. Jangan mimpi organisasi maju kalau tidak punya tata kelola yang baik,” katanya tegas.

Selain tata kelola, Menteri Nusron juga menyoroti pentingnya distribusi kewenangan dalam organisasi. Ia menyebut pendelegasian tugas dan wewenang menjadi faktor penting agar organisasi tidak bergantung pada satu figur pemimpin semata.

“Prinsipnya, tidak boleh kekuasaan berpusat di satu orang, dibagi masing-masing agar semuanya memegang peranan. Misal pimpinan pusat memberikan guidance atau petunjuk, di bawahnya ada kewenangan masing-masing cabang,” ujarnya menjelaskan.

Lebih lanjut, Menteri Nusron mengingatkan bahwa kesepahaman mengenai tujuan organisasi harus menjadi fondasi utama dalam membangun kekompakan dan mencegah konflik kepentingan. “Ketika masuk dalam satu komunitas organisasi, maka yang paling penting adalah apa yang didahulukan dalam kepentingan organisasi," ujarnya.

"Tentunya kepentingan pertama adalah kepentingan negara dan agama, kemudian kepentingan organisasi, baru kepentingan individu. Kata kuncinya adalah kita mencari kemanfaatan untuk kebesaran organisasi,” katanya.

Kegiatan SUSBANPIM VIII sendiri berlangsung pada 12–17 Mei 2026 dan menjadi wadah pembinaan kepemimpinan bagi kader BANSER guna memperkuat kapasitas organisasi serta pengabdian kepada masyarakat dan negara. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....