Puluhan Juta Warga Terima Program Prioritas APBN
- 23 Sep 2025 12:57 WIB
- Kupang
KBRN, Rote: Wakil Menteri Keuangan I Suahasil Nazara memaparkan capaian program makan bergizi gratis dan cek kesehatan gratis. Kedua program prioritas itu telah melayani puluhan juta warga melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Wakil Menteri Keuangan I Suahasil Nazara (Kiri), saat memaparkan capaian program makan bergizi gratis dan cek kesehatan gratis di Konfrensi Pers APBN Kita, Senin (22/9/2025). (Foto : YT Kementerian Keuangan)
Suahasil menyampaikan program makan bergizi gratis hingga 8 September melayani 22,7 juta penerima. “Realisasinya mencapai Rp13 triliun, dengan sebaran penerima ada di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Wamenkeu dalam Konferensi Pers APBN Kita lewat kanal Youtube Kementerian Keuangan, Senin (22/9/2025).
Paparan Kementerian Keuangan menyebut program makan bergizi gratis menciptakan 290 ribu lapangan kerja baru. Program itu melibatkan satu juta petani, nelayan, peternak, dan UMKM dalam rantai pasok pangan.
| Baca juga: KKP Percepat Swasembada Garam Nasional 2027 |
Presiden Prabowo menegaskan program makan bergizi gratis mendorong pertumbuhan ekonomi desa dalam pidato kenegaraan. Pemerintah menargetkan perluasan program tersebut hingga menjangkau 82,9 juta penerima nasional.
Data distribusi menunjukkan capaian terbesar ada di Jawa dengan jumlah 10,3 juta orang. Sementara itu, penerima di wilayah Bali dan Nusa Tenggara tercatat mencapai 1,52 juta orang.
Selain itu, Suahasil menjelaskan program cek kesehatan gratis telah menjangkau 27,4 juta penduduk hingga Agustus. “Cek kesehatan gratis sudah tersebar luas dengan capaian hingga 27,4 juta penduduk,” kata Suahasil Nazara.
Paparan resmi Kementerian Keuangan menyebut layanan kesehatan gratis diperkuat dengan revitalisasi 32 rumah sakit. Langkah itu ditempuh agar akses pelayanan publik semakin merata dan dapat dirasakan masyarakat luas.
APBN 2025 menempatkan belanja berkualitas sebagai prioritas utama dengan realisasi Rp420,2 triliun. Belanja itu mencakup perlindungan sosial, pendidikan, perumahan, serta dukungan strategis mendukung pelayanan publik nasional.
Sebaran belanja per kapita menunjukkan variasi dengan tertinggi di Maluku dan Papua Rp8 juta per orang. Di Jawa, belanja per kapita tercatat Rp3,5 juta, lebih rendah dari rata-rata nasional.
Selain dua program utama, pemerintah juga melaksanakan Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggulan Garuda. Realisasi anggaran Sekolah Rakyat mencapai Rp788,7 miliar dengan 100 sekolah beroperasi melayani 9.780 siswa.
Hingga 31 Agustus transfer ke daerah mencapai Rp571,5 triliun atau 62,1 persen dari pagu. Namun realisasi belanja daerah relatif lambat sehingga pemerintah meminta percepatan agar manfaat program segera dirasakan.
Dengan capaian tersebut pemerintah optimistis makan bergizi gratis dan cek kesehatan gratis memperkuat kesejahteraan masyarakat. Kedua program diharapkan menjadi fondasi pembangunan nasional serta mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. (NLL)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....