Pariwisata Indonesia Menuju Kelas Dunia, Dampak untuk Rakyat
- 17 Jan 2025 14:08 WIB
- Kupang
KBRN, Rote: Indonesia memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Namun, kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB masih tertinggal dibanding negara tetangga.
Durasi tinggal wisatawan mancanegara masih tergolong pendek. Keterbatasan konektivitas udara dan infrastruktur menjadi tantangan utama.
Pemerintah dan BUMN menggagas solusi melalui program InJourney. Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan daya saing pariwisata nasional.
Langkah strategis mencakup pengembangan destinasi super prioritas. Lima destinasi dipilih berdasarkan potensi budaya dan alamnya.
Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang menjadi fokus. Masing-masing dikembangkan untuk menargetkan wisatawan lokal maupun internasional.
Borobudur disiapkan sebagai pusat wisata spiritual dunia. Danau Toba fokus pada pengembangan olahraga air internasional.
Mandalika menjadi pusat sportstainment unggulan di Asia. Labuan Bajo dikembangkan sebagai destinasi ekowisata bahari.
Likupang mengusung konsep petualangan alam dan satwa liar. Kolaborasi ini juga melibatkan penyelenggaraan event bertaraf internasional.
Event-event ini memberikan peluang besar bagi ribuan UMKM. Targetnya, sektor pariwisata mampu menciptakan 30 juta lapangan kerja baru.
Pada 2029, kontribusi pariwisata diharapkan mencapai 6% PDB. InJourney memastikan pembangunan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.
BUMN mendukung upaya ini dengan meningkatkan konektivitas udara. Selain itu, fasilitas pendukung di destinasi wisata terus ditingkatkan.
Mari dukung Indonesia menjadi destinasi pariwisata kelas dunia. Keberhasilan ini akan membawa dampak nyata bagi rakyat Indonesia. (Radja)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....