NTT Jadi Prioritas Penguatan Literasi Nasional
- 31 Mei 2026 20:02 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang — Pemerintah pusat menetapkan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai salah satu daerah prioritas dalam program penguatan literasi nasional tahun 2026. Melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, ribuan buku bacaan bermutu akan didistribusikan ke sekolah-sekolah dan komunitas literasi guna memperkuat budaya membaca di daerah tersebut.
Komitmen itu ditegaskan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, dalam kegiatan Bimbingan Teknis Literasi Generasi Muda dan Gelar Wicara Praktik Baik Literasi di NTT yang digelar dalam rangka peringatan Hari Buku Nasional.
Menurut Hafidz, peningkatan kemampuan literasi tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Ia menilai partisipasi aktif keluarga, sekolah, komunitas, dunia usaha, dan pemerintah daerah menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan. Sebagai bentuk dukungan konkret, Badan Bahasa akan menyalurkan masing-masing 200 eksemplar buku bacaan bermutu ke 1.294 sekolah dasar serta 300 eksemplar ke 393 sekolah menengah pertama di NTT.
Program tersebut diharapkan memperluas akses peserta didik terhadap bahan bacaan yang menarik, relevan, dan sesuai dengan jenjang usia mereka. Selain itu, sebanyak 5.400 buku bacaan bermutu juga diserahkan kepada Bunda Literasi NTT untuk didistribusikan ke berbagai wilayah.
Dukungan literasi digital turut diperkuat melalui pemberian perangkat penyimpanan berisi 1.400 judul buku digital yang dapat dimanfaatkan oleh Bunda Literasi kabupaten dan kota di seluruh NTT. Penguatan literasi juga menyasar langsung peserta didik.
Balai Bahasa Provinsi NTT bersama Forum Taman Bacaan Masyarakat melibatkan sekitar 700 siswa dari jenjang SD hingga SMA dalam berbagai aktivitas literasi. Kegiatan tersebut meliputi ulasan buku, pelatihan membaca cepat, hingga pembacaan kritis yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan memahami bacaan dan berpikir analitis. Antusiasme para siswa selama kegiatan berlangsung menjadi indikator positif bahwa minat baca generasi muda terus tumbuh ketika didukung bahan bacaan yang menarik dan lingkungan belajar yang kondusif.
Para peserta tidak hanya membaca, tetapi juga mampu mengulas kembali isi buku dengan baik serta menghubungkannya dengan pengalaman sehari-hari. Sementara itu, Staf Ahli Gubernur NTT, Henderina Laiskodat, yang membacakan sambutan Gubernur NTT, mengungkapkan bahwa budaya membaca masyarakat NTT menunjukkan tren yang menggembirakan.
Berdasarkan Survei Tingkat Kegemaran Membaca Tahun 2025, indeks kegemaran membaca masyarakat NTT mencapai 62,05, melampaui rata-rata nasional yang berada pada angka 54,80. Capaian tersebut dinilai menjadi modal strategis bagi NTT dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif.
Pemerintah daerah pun didorong untuk terus menghadirkan akses bacaan yang berkualitas dan mudah dijangkau masyarakat hingga ke wilayah terpencil. Di sisi lain, Bunda Literasi NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena, menekankan bahwa keluarga tetap menjadi ruang pertama dan utama dalam menumbuhkan budaya membaca.
Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dinilai penting agar gerakan literasi mampu memberikan dampak yang berkelanjutan.
Program penguatan literasi di NTT menjadi bagian dari upaya nasional mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui budaya membaca yang semakin kuat di seluruh lapisan masyarakat. (As)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....