Asinan JlNangka: Dari Usaha Keluarga hingga Viral di Media Sosial
- 07 Sep 2026 11:00 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Ketekunan dan keberanian untuk mencoba kerap menjadi kunci sukses dalam membangun sebuah usaha kuliner. Hal ini dibuktikan oleh Jonathan Monas, pemilik usaha kuliner lokal Asinan JlNangka asal Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Hadir sebagai narasumber dalam acara Obrolan Teras UMKM di Pro 4 RRI Kupang pada Jumat, 4 September 2026, Jonathan—yang akrab disapa Natan—membagikan kisah perjalanannya membesarkan bisnis asinan keluarga hingga viral di media sosial.
Usaha Asinan JlNangka sejatinya merupakan resep warisan keluarga secara turun-temurun. Sang ibu, Mama A, menceritakan bahwa usaha ini awalnya dirintis oleh almarhumah nenek Natan yang berjualan buah segar. Melihat potensi olahan buah, sang ibu berinisiatif mengolahnya menjadi asinan sederhana sejak tahun 1999 untuk menambah nilai jual.
Keputusan Natan untuk terjun total mengelola usaha ini bermula saat dirinya sempat mengalami kegagalan usai lulus sekolah dan mengikuti berbagai seleksi pekerjaan. Melihat perjuangan ibunya yang konsisten memenuhi kebutuhan keluarga hanya dari berjualan asinan, Natan bangkit dari rasa minder dan ditawari modal serta bimbingan langsung oleh sang ibu.
"Ibu bilang kalau memang mau, kunci utamanya adalah punya skill dan jangan malu. Jalani dengan hati dan bersyukur," kenang Mama A saat mendampingi Natan di Studio Pro 4 RRI Kupang.
Memanfaatkan kegemarannya dalam membuat konten digital, Natan mulai mempromosikan usaha asinan keluarganya ke platform media sosial seperti TikTok. Jika dahulu produk asinan hanya terbatas pada buah mangga dengan kemasan plastik kecil, kini varian Asinan JlNangka kian beragam.
Beberapa menu yang ditawarkan meliputi:
- Asinan Buah: Mangga, kedondong, nanas, salak, cerme, hingga buah lokal seperti kusambi.
- Olahan Khas: Manisan asam dan asam kom.
- Menu Pendamping: Rujak mix dan menu olahan jagung khas bernama "Jagung Bermain" lengkap dengan racikan sambal spesial.
Untuk menjaga kesegaran dan kualitas rasa, Natan dan sang ibu menerapkan sistem produksi harian yang disiapkan selama kurang lebih 5 jam. Pengolahan rasa dan racikan sambal pun tetap ditangani langsung oleh sang ibu demi mempertahankan cita rasa khas yang tidak berubah.
Menjalankan usaha kuliner buah tentu tidak lepas dari tantangan pasokan bahan baku. Saat belum musim mangga di Kupang, Natan menyiasatinya dengan mendatangkan mangga dari Flores atau mengganti fokus produksi ke buah lain yang sedang musim, seperti kedondong.
Kini, Asinan JlNangka yang beroperasi di Jalan Nangka, Kota Kupang, buka setiap hari dari pukul 10.00 WITA hingga 24.00 WITA. Perkembangan usaha ini tidak hanya meningkatkan ekonomi keluarga hingga sang ibu mampu membangun fasilitas produksi yang memadai, tetapi juga memberi dampak sosial. Natan saat ini mempekerjakan tiga orang kurir dari kalangan mahasiswa untuk membantu pengantaran pesanan online.
Melihat ke depan, Natan dan sang ibu memimpikan usaha Asinan JlNangka bisa membuka cabang di luar Kota Kupang, seperti Bali, Ambon, hingga Bandung.
Menutup sesi obrolan, Natan memberikan pesan semangat kepada generasi muda di Kota Kupang yang ingin memulai bisnis sendiri: "Kuncinya jangan malu, tetap konsisten, asah skill, dan tekuni apa yang dikerjakan. Lebih baik bergerak daripada tidak sama sekali, tetap fight!," kata Natan. (VT)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....