Pisang Goreng Wijen dan Madu Jadi Andalan Pisang Jawara Menarik Minat Konsumen

  • 03 Jun 2026 14:20 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Komoditas pisang lokal di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki potensi ekonomi yang besar apabila diolah secara kreatif dan inovatif. Hal tersebut dibuktikan oleh Dara Alhusnah, pemilik usaha kuliner Pisang Jawara, yang sukses mengembangkan produk olahan pisang dengan cita rasa unik dan diminati masyarakat.

Kisah perjalanan usaha tersebut dibagikan Dara dalam program Obrolan Teras UMKM Pro 4 RRI Kupang yang berlangsung di Studio Pro 4 RRI Kupang pada Rabu, 3 Juni 2026.

Dalam perbincangan tersebut, Dara menceritakan bahwa Pisang Jawara lahir dari keinginannya menghadirkan camilan berbahan dasar pisang yang berbeda dari gorengan pada umumnya. Berbekal semangat berinovasi, ia kemudian mengembangkan dua produk unggulan, yakni pisang goreng wijen dan pisang goreng madu.

Menurut Dara, nama "Pisang Jawara" dipilih sebagai simbol harapan agar produk yang dihasilkan mampu menjadi favorit masyarakat. Sejak awal, usahanya berfokus pada pengembangan produk yang tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki nilai tambah dibandingkan olahan pisang konvensional.

Pisang goreng wijen menawarkan perpaduan tekstur renyah dengan cita rasa gurih dari taburan wijen, sementara pisang goreng madu menghadirkan sensasi manis alami yang memberikan pengalaman rasa berbeda bagi konsumen. Inovasi tersebut menjadi pembeda utama Pisang Jawara di tengah persaingan usaha kuliner yang semakin berkembang di Kota Kupang.

Meski baru dirintis pada Mei 2026, Pisang Jawara mulai mendapat tempat di hati para pecinta kuliner Kota Kupang. Antusiasme pelanggan yang terus meningkat terlihat dari bertambahnya jumlah pesanan yang diterima hampir setiap hari. Respons positif tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi Dara untuk terus menjaga kualitas dan mengembangkan usahanya.

Untuk menjaga kualitas produk, Pisang Jawara menggunakan pisang kepok yang diperoleh dari pedagang dan petani lokal di Kota Kupang. Selain dinilai memiliki kualitas yang sesuai untuk diolah, penggunaan bahan baku lokal juga turut mendukung perputaran ekonomi masyarakat dari tingkat hulu.

Lebih lanjut, Dara menekankan pentingnya menjaga konsistensi kualitas bahan baku dan proses produksi agar cita rasa produk tetap terjaga. Menurutnya, ketelitian dalam menentukan takaran adonan, penggunaan madu, hingga proses penggorengan menjadi faktor penting yang menentukan tekstur renyah dan cita rasa khas Pisang Jawara.

Selain tantangan menjaga kualitas produk, Dara juga menghadapi tantangan lain sebagai seorang ibu baru. Ia harus mampu membagi waktu antara mengurus keluarga, terutama anak, dengan menjalankan usaha yang sedang berkembang. Baginya, manajemen waktu menjadi salah satu kunci agar peran sebagai ibu dan pelaku usaha dapat berjalan seimbang.

Meski demikian, tantangan tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berinovasi dan memberikan produk terbaik bagi pelanggan. Kepercayaan konsumen yang terus meningkat menjadi penyemangat untuk mengembangkan usaha yang baru dirintis tersebut.

Selain mengandalkan penjualan secara langsung, Pisang Jawara juga memanfaatkan platform digital sebagai sarana promosi dan pemasaran. Pemanfaatan media digital tersebut membantu memperluas jangkauan pasar sekaligus memudahkan pelanggan dalam melakukan pemesanan.

Melalui kesempatan tersebut, Dara turut mengajak para pelaku UMKM dan generasi muda di NTT untuk lebih berani mengembangkan potensi komoditas lokal menjadi produk bernilai tambah. Ia menilai daerah ini memiliki sumber daya yang melimpah dan dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan apabila dikelola dengan kreativitas dan inovasi.

Menurutnya, pengembangan produk berbasis potensi lokal tidak hanya membuka peluang bisnis baru, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Karena itu, ia berharap semakin banyak pelaku usaha yang berani berinovasi sehingga UMKM di NTT mampu berkembang, naik kelas, dan bersaing di pasar yang lebih luas. (TT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....