Dari Resep Coba-Coba, Dessert Box Kupang Kini Jadi Menu Andalan

  • 19 Jul 2026 18:29 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Memulai bisnis di tengah krisis pandemi Covid-19 bukan perkara mudah bagi pelaku usaha. Namun bagi Ikha Lanta, pemilik usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner Dessert Box asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), momentum tersebut justru menjadi titik balik kesuksesannya.

Dalam program siaran live Teras UMKM yang disiarkan oleh Pro 4 RRI Kupang pada Rabu, 15 Juli 2026, Ikha membagikan perjalanan jatuh bangunnya dalam mempertahankan bisnis pencuci mulut (dessert) ini hingga mampu eksis selama enam tahun berturut-turut sejak awal 2020.

Siapa sangka, bisnis manis yang kini memiliki basis pelanggan setia di Kota Kupang ini berawal dari ketidaksengajaan. Ikha mengaku pada awalnya ia sama sekali tidak memiliki latar belakang ataupun ketertarikan di dunia pembuatan kue (baking).

"Saya sebenarnya tidak suka baking. Tapi di awal 2020 saat pandemi sedang tinggi-tingginya, kantor memberlakukan sistem Work From Home (WFH). Saya juga sempat terpapar Covid-19 dan harus isolasi mandiri di dalam kamar," kenang Ikha saat berdialog via Zoom dengan Pro 4 RRI Kupang.

Selama berada di ruang isolasi, aktivitas Ikha didominasi oleh memesan makanan secara online. Dari sana, ia melihat adanya peluang bisnis yang sangat menjanjikan di bidang kuliner siap antar.

"Saat itu, menu dessert box sedang sangat booming. Setelah sembuh, saya coba buat sendiri di rumah dan membagikannya ke teman kantor. Ternyata responsnya sangat bagus. Akhirnya saya resmi membuka pesanan pertama pada akhir Januari 2020," tambahnya.

Tantangan terbesar bagi pelaku UMKM kuliner dari tahun ke tahun adalah fluktuasi harga bahan baku. Namun, Ikha mengambil langkah berani yang jarang dilakukan oleh produsen lain: ia berkomitmen tidak pernah menaikkan harga jual produk utamanya sejak tahun 2020.

Hingga tahun 2026 ini, satu porsi Dessert Box miliknya tetap dibanderol dengan harga Rp45.000 untuk kemasan boks standar.

"Bagi pelanggan, kenaikan harga sekecil apa pun sangat sensitif. Lebih baik saya meluangkan waktu ekstra setelah pulang kantor untuk keliling mencari bahan baku berkualitas dengan harga miring, daripada saya harus menaikkan harga dan kehilangan pelanggan setia yang sudah bersama saya sejak awal," tegasnya.

Selain mempertahankan harga, Ikha juga sangat fleksibel. Untuk pemesanan kue ulang tahun (birthday cake), ia sering kali menawarkan opsi penyesuaian ukuran kue agar sesuai dengan anggaran (budget) yang dimiliki oleh calon pembelinya.

Menjalankan peran ganda sebagai pekerja kantoran sekaligus pelaku usaha rumahan menuntut kedisiplinan tingkat tinggi. Ikha mengaku seluruh proses produksi—mulai dari belanja bahan, membuat adonan, mengemas, hingga urusan pemasaran—ia lakukan secara mandiri tanpa bantuan karyawan tetap.

Bagi Ikha, kelelahan fisik setelah pulang bekerja di kantor seketika sirna begitu ia menyentuh peralatan kuenya di rumah.

"Kuncinya adalah menjadikan usaha ini sebagai hobi. Sesuatu yang kita lakukan atas dasar cinta pasti akan memicu energi positif. Secapek apa pun saya pulang kantor, ketika melihat bahan-bahan kue, saya langsung bersemangat lagi," ujarnya sembari tersenyum.

Ia juga menerapkan aturan operasional (SOP) yang ketat pada dirinya sendiri dalam hal promosi digital. Setiap pagi sebelum berangkat kerja, Ikha wajib mengambil foto produk dengan visual yang estetik untuk kemudian diunggah ke media sosial. Strategi sistem made by order (dibuat hanya saat ada pesanan) yang diterapkannya justru sukses memicu rasa penasaran pelanggan baru karena produknya terasa eksklusif dan terbatas.

Berkat konsistensi rasa dan profesionalitas kerjanya, Dessert Box Kupang kini tidak hanya melayani pesanan individu, melainkan juga merambah ke pasar korporasi dan kedinasan. Salah satunya adalah kerja sama pembuatan hampers hari raya dengan Bank TLM Kupang yang telah berjalan selama dua tahun berturut-turut.

"Tahun lalu saya dipercaya mengerjakan sekitar 100 paket parsel Natal yang berisi total sekitar 600 toples kue kering. Semuanya saya cicil sejak pertengahan November dan saya kerjakan sendiri, termasuk mengikat pita parsel dan menulis kartu ucapannya," pungkas Ikha.

Di akhir dialog, Ikha berpesan kepada generasi muda yang ingin merintis usaha agar tidak perlu takut untuk memulai. Menurutnya, keraguan dan terlalu banyak berpikir sebelum melangkah justru akan mematikan potensi bisnis sebelum sempat berkembang.

Bagi masyarakat Kota Kupang yang ingin memesan produk manis buatan Ikha Lanta, pemesanan dapat diakses secara langsung melalui akun Instagram resmi di @dessertbox. (TT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....