Dari Gabut Jadi Omzet, Kisah Dessert Kekinian Kupang
- 22 Jun 2026 07:30 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Mengisi waktu luang di rumah pasca berpindah domisili tidak melulu berakhir dengan kejenuhan. Di tangan Nurshafridah, seorang ibu rumah tangga yang juga merupakan mantan apoteker, rasa bosan atau yang akrab disebut "gabut" berhasil dikonversi menjadi sebuah peluang bisnis kuliner manis yang menjanjikan omzet harian melalui "Dessert Kekinian Kupang".
Kisah inspiratif mengenai ketekunan perempuan yang akrab disapa Ida ini dikupas secara mendalam saat dirinya hadir sebagai narasumber dalam program Obrolan Teras UMKM, Pro 4 RRI Kupang pada Sabtu, 20 Juni 2026.
Baru menetap selama delapan bulan di Kota Kupang membuat Nurshafridah tidak memiliki banyak aktivitas di luar rumah, selain mengasuh kedua buah hatinya. Situasi domestik tersebut mendorongnya untuk meminta izin kepada sang suami agar diperbolehkan merintis kembali gairah lamanya di bidang kuliner dengan berjualan secara daring.
"Sebenarnya motivasi saya itu awalnya karena gabut saja di rumah, cuma mengurus dua anak. Saya berpikir bagaimana bisa tetap produktif, lalu saya meminta izin suami untuk berjualan online," ujar Nurshafridah.
Meski awalnya sang suami sempat ragu lantaran salah satu anak mereka belum genap berusia dua tahun, Nurshafridah berhasil meyakinkan suaminya dalam waktu dua hari. Ia membuktikan bahwa manajemen waktu antara mengurus urusan rumah tangga, mengantar-jemput sekolah anak, dan memproduksi kue bisa berjalan beriringan tanpa ada yang terbengkalai.
Guna memikat pasar di kota yang baru baginya, Nurshafridah mengadopsi strategi penamaan yang adaptif. Awalnya, ia memakai nama usaha "NS Mr Fen", namun setelah menerima masukan dari rekan kerja suaminya, ia mengubah nama seluruh akun media sosial usahanya menjadi "Dessert Kekinian Kupang". Langkah ini terbukti ampuh memicu rasa penasaran masyarakat lokal.
Siasat pemasarannya dimulai dari skala kecil, yakni menawarkan produk dalam porsi mini kepada ibu-ibu di lingkungan sekolah anaknya. Melalui konsistensi unggahan harian di platform WhatsApp, Facebook, dan TikTok, jangkauan pasarnya meluas secara organik hingga menciptakan perputaran konsumen yang loyal.
Saat ini, beberapa menu andalan yang selalu siap (ready stock) dipasarkan setiap harinya meliputi:
- Burn Cheesecake: Menu unggulan yang tersedia dalam dua varian harga (dibedakan berdasarkan jenis cream cheese premium yang digunakan).
- Brownies Burn Cheesecake: Perpaduan tekstur lembut keju panggang dengan pekatnya cokelat brownies.
- Iceberg & Matilda Cake: Sajian kue cokelat kekinian dengan saus melimpah yang digemari pasar muda.
- Layanan Pre-Order (PO): Menerima pesanan kustom satu hari sebelumnya untuk kue kotak acara, bolu gulung, puding, hingga kue tart ulang tahun.
Tantangan terbesar yang dihadapi oleh UMKM kuliner saat ini adalah fluktuasi harga bahan baku di pasar. Kendati demikian, Nurshafridah memegang teguh prinsip untuk tidak menaikkan harga jual ataupun mengurangi takaran produk premiumnya demi mempertahankan kepercayaan pelanggan.
"Kami menjaga kualitas rasa secara konsisten dengan memilih bahan-bahan premium. Walaupun harga bahan baku naik, saya memilih margin keuntungan yang tipis, yang penting dagangan laris terjual setiap hari dan perputaran modalnya cepat," jelasnya.
Selain mutu rasa yang terjaga, ia juga rutin menggelar program "Jumat Berkah" setiap akhir pekan, berupa potongan harga khusus untuk menu. Program ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Kupang, bahkan sering kali seluruh stok kue harian ludes dipesan pembeli hanya dalam waktu dua jam pasca-promosi digital dibuka.
Melalui dedikasi dan pengelolaan usaha yang teratur dari rumah, Nurshafridah berharap kisahnya dapat memotivasi para ibu rumah tangga lainnya di Kota Kupang agar tetap optimis, mandiri, dan berani menggerakkan roda ekonomi keluarga melalui sektor UMKM kreatif. (TT)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....