Koelapa.Kupang, UMKM yang Mengubah Kelapa Menjadi Peluang Bisnis Menjanjikan

  • 02 Jun 2026 15:00 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Komoditas kelapa selama ini kerap dipandang sebelah mata dan hanya dijual secara konvensional di pinggir jalan. Namun, di tangan Ricky Yuro, buah tropis yang melimpah di Nusa Tenggara Timur (NTT) ini disulap menjadi produk minuman kekinian bernilai ekonomi tinggi.

Melalui brand usahanya, Koelapa.Kupang, Ricky membuktikan bahwa kreativitas dan kejelian melihat potensi lokal mampu menciptakan peluang bisnis yang menjanjikan. Kisah inspiratif tersebut dibagikan langsung oleh Ricky Yuro dalam program Obrolan Teras UMKM Pro 4 RRI Kupang, Senin, 1 Juni 2026.

Dalam perbincangan itu, Ricky menceritakan perjalanan membangun usaha minuman berbasis kelapa yang baru dirintis sejak Februari 2026, sekaligus menjelaskan potensi besar komoditas kelapa sebagai produk unggulan daerah. Menariknya, ide bisnis Koelapa.Kupang lahir dari pengalaman sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Saat sang istri sedang hamil, ia rutin mengonsumsi air kelapa hampir setiap hari. Ricky yang saat itu sering membeli kelapa di pinggir jalan mulai melihat peluang dari kebiasaan tersebut.

Sebagai warga yang telah menetap sekitar empat tahun di Kota Kupang, Ricky menyadari bahwa kelapa merupakan salah satu komoditas yang sangat melimpah di daerah ini. Selain mudah diperoleh, harga kelapa di Kupang juga relatif lebih murah dibandingkan di Pulau Jawa.

“Setiap hari saya membeli kelapa untuk istri, dari situ kami mulai berpikir bahwa kelapa ini bisa diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai tambah. Potensinya besar karena bahan bakunya melimpah dan dekat dengan masyarakat,” ungkap Ricky.

Nama Koelapa.Kupang sendiri memiliki makna khusus. Kata “Koe” diambil dari kode penerbangan internasional Kota Kupang, yakni KOE, sedangkan “Lapa” merujuk pada kelapa sebagai bahan utama produk. Nama tersebut dipilih untuk menegaskan identitas minuman berbasis kelapa asli dari Kupang, NTT.

Berbeda dengan cara konsumsi kelapa yang umumnya disajikan langsung dari buahnya, Koelapa.Kupang menghadirkan konsep yang lebih modern melalui kemasan praktis, higienis, dan beragam pilihan rasa. Saat ini, usaha tersebut menawarkan sekitar 12 hingga 15 varian minuman, mulai dari original, cocopandan, melon, jeruk, brown sugar, kelapa susu, hingga varian premium seperti matcha, cokelat, dan thai tea.

Salah satu produk unggulan yang menjadi daya tarik pelanggan adalah Thailand Coconut Shake, yang terinspirasi dari inovasi minuman kelapa di Thailand. Meski menghadirkan banyak varian, Ricky menegaskan bahwa seluruh produknya tetap menggunakan kelapa sebagai bahan dasar utama tanpa tambahan bahan sintetis berbahaya.

Menurutnya, varian original dan jeruk masih menjadi favorit pelanggan. Sementara pada kategori coconut shake, rasa original yang menonjolkan karakter alami kelapa menjadi menu yang paling banyak diminati.

Untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan selera konsumen, Ricky melakukan berbagai riset dan pengembangan produk secara mandiri. Ia memanfaatkan platform digital seperti YouTube untuk mempelajari berbagai resep, kemudian melakukan uji coba berulang kali bersama keluarga dan kerabat sebelum produk dipasarkan secara luas.

Dalam menjalankan usaha, Ricky menilai bahwa pelaku UMKM perlu mengutamakan kebutuhan pasar atau product-market fit. Ia mengaku selalu terbuka terhadap kritik dan masukan pelanggan, baik terkait rasa, tingkat kemanisan, maupun kualitas produk.

Menurutnya, setiap masukan menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan standar operasional usaha. Selain kualitas rasa, Koelapa.Kupang juga menaruh perhatian besar pada aspek kebersihan dan branding produk.

Untuk memperluas jangkauan pasar, usaha ini memadukan strategi pemasaran offline dan digital melalui media sosial seperti TikTok dan Instagram, serta bekerja sama dengan layanan pesan antar daring. Meski demikian, perjalanan usaha tidak lepas dari tantangan.

Salah satu kendala terbesar adalah sifat air kelapa yang mudah mengalami penurunan kualitas akibat cuaca panas di Kota Kupang. Untuk mengatasi hal tersebut, Koelapa.Kupang menerapkan sistem penyimpanan yang ketat dan produksi berbasis pesanan atau made by order guna menjaga kesegaran produk hingga sampai ke tangan konsumen.

Ke depan, Ricky memiliki visi besar untuk mengembangkan industri kelapa di NTT. Menurutnya, kondisi geografis Kupang yang didominasi musim kemarau dan paparan sinar matahari tinggi justru menghasilkan karakteristik air kelapa yang lebih manis, gurih, dan pekat dibandingkan daerah lain.

Ia berharap sektor perkebunan kelapa di Kupang dapat dikelola secara modern seperti di Bangkok, Thailand, sehingga mampu menghasilkan produk-produk bernilai tambah yang tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga menembus pasar internasional.

“Mimpi besar saya adalah melihat kelapa Kupang bisa naik kelas. Potensinya luar biasa karena hampir tidak ada bagian yang terbuang, mulai dari air, daging, sabut hingga batoknya. Saya berharap suatu saat produk kelapa dari Kupang bisa diekspor ke luar negeri,” tuturnya.

Menutup wawancara, Ricky berpesan kepada para pelaku UMKM dan anak muda yang ingin memulai usaha agar tidak terlalu lama terjebak dalam tahap perencanaan tanpa aksi nyata. Menurutnya, keberanian untuk memulai merupakan langkah terpenting dalam membangun bisnis.

“Banyak orang memiliki ide bagus, tetapi terlalu lama berada di tahap coming soon. Perencanaan memang penting, tetapi yang paling utama adalah berani memulai. Jangan takut melakukan kesalahan karena dari proses trial and error itulah kita belajar dan berkembang,” ujarnya.

Kisah Koelapa.Kupang menjadi bukti bahwa potensi lokal yang selama ini dianggap biasa dapat berkembang menjadi peluang usaha yang menjanjikan ketika dipadukan dengan kreativitas, inovasi, dan keberanian untuk memulai. (TT)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....