Strategi Petani Hidroponik Menembus Pasar Modern di Kupang
- 29 Apr 2026 17:16 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang: Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsumsi pangan sehat, segar, dan berkualitas mendorong lahirnya berbagai inovasi di sektor pertanian. Salah satunya adalah pertanian hidroponik yang dinilai lebih efisien serta memiliki peluang besar untuk menembus pasar modern seperti supermarket, restoran, hingga hotel. Namun, untuk bisa masuk ke pasar tersebut, petani dituntut memahami strategi produksi, kualitas, hingga manajemen distribusi yang konsisten.
Hal ini dibahas dalam program Dialog Beranda Astacita – UMKM Bicara di Pro 1 RRI Kupang, Senin (27/4/2026), yang menghadirkan Owner Evolusi Hidroponik, Robinhood G.J Siahaan, S.P, sebagai narasumber.
Robin menjelaskan bahwa dirinya mulai menekuni hidroponik sejak tahun 2020, didorong oleh latar belakang sebagai sarjana pertanian serta keterbatasan lahan. Ia melihat hidroponik sebagai solusi inovatif yang tidak hanya hemat lahan, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan pasar akan sayuran sehat, terutama saat pandemi COVID-19 ketika permintaan meningkat tajam.
Menurutnya, salah satu kunci utama menembus pasar modern adalah memahami kebutuhan pasar, terutama soal kontinuitas pasokan. Berbeda dengan pola panen konvensional yang musiman, hidroponik memungkinkan pengaturan rotasi tanam sehingga panen bisa dilakukan setiap hari. Hal ini menjadi nilai tambah karena pasar modern membutuhkan suplai yang stabil dan berkelanjutan.
Selain kontinuitas, kualitas produk juga menjadi faktor penting. Robin menekankan bahwa menjaga kesegaran, kebersihan, dan standar produk menjadi penentu kepercayaan konsumen. Sayuran hidroponik dinilai memiliki keunggulan dari segi rasa yang lebih segar, lebih tahan lama, serta bebas dari pestisida karena tidak bersentuhan langsung dengan tanah.
Untuk menjaga konsistensi produksi, ia juga menekankan pentingnya membangun kemitraan dengan petani lain. Melalui komunitas atau kelompok, petani dapat saling mendukung dalam memenuhi permintaan pasar, terutama saat terjadi kendala produksi seperti cuaca atau gagal panen. Strategi ini dinilai efektif untuk menjaga kepercayaan pasar dan memastikan ketersediaan produk.
Di sisi lain, hidroponik juga memiliki tantangan, seperti kebutuhan modal awal yang cukup besar serta ketergantungan pada bahan baku dari luar daerah. Namun, dengan manajemen yang baik, perputaran usaha dinilai cukup cepat sehingga dapat memberikan keuntungan dalam jangka menengah.
Melihat prospek ke depan, Robin menilai pertanian hidroponik di Kota Kupang masih sangat menjanjikan, terutama dengan meningkatnya permintaan dari berbagai sektor, termasuk program dapur MBG. Ia pun mendorong generasi muda untuk mulai melirik sektor pertanian sebagai peluang usaha, dengan terus belajar, berinovasi, dan menjaga kualitas serta kontinuitas produksi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....