Erwin Yuan: Tenun NTT Dapat Meningkatkan Ekonomi Penenun

  • 27 Mar 2026 21:49 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang-Perancang busana Erwin Yuan menilai tenun ikat NTT memiliki potensi besar dalam mendorong peningkatan ekonomi, khususnya bagi kelompok perempuan. Hal ini dikarenakan banyak perempuan di daerah yang menjalankan peran ganda sebagai ibu rumah tangga sekaligus seorang penenun.

"Selain mengurus suami dan anak-anak, mereka menjadikan tenun ini sebagai satu produk yang bisa dijual. Mama-mama ini sangat senang sekali kalau ada yang konsen mempromosikan tenun, karena dapat mengangkat ekonomi mereka," kata Pemilik usaha Padu Padan Tenun, Erwin Yuan kepada RRI Kupang, Jumat 27 Maret 2026.

Erwin Yuan mengatakan bahwa, tenun ikat NTT memiliki daya tarik tersendiri karena kekayaan motif dan nilai filosofis yang terkandung di dalamnya. Warisan leluhur ini dikatakan dapat memberikan peluang besar jika dikembangkan dan dipromosikan lebih luas, baik di pasar nasional maupun internasional.

"Kita memiliki kurang lebih 737 motif tenun NTT dari 22 kabupaten, kota dengan keunikan yang luar biasa. Ada juga beberapa motif yang jarang kita lihat di pasar atau teman UMKM dan Ini menjadi salah satu motivasi kami untuk terus mempromosikannya ke pasar yang lebih luas," ujar Erwin Yuan

Model sekaligus desainer ini mengatakan bahwa peragaan busana menjadi salah satu strategi untuk mempromosikan tenun ikat NTT. Erwin menjelaskan bahwa berbagai desain busana dirancang dengan sentuhan modern yang elegan sehingga dapat bersaing di industri mode.

"Fashion show itu memiliki dampak yang luar biasa dan beberapa kali kami mengikuti event bukan hanya di Kota Kupang, tapi sampai Jakarta dan beberapa provinsi. Jadi beberapa orang yang belum tahu dapat melihat kalau tenun itu dapat dibikin menjadi berbagai busana ready to wear yang dapat digunakan oleh banyak pihak," ujar Erwin Yuan.

Erwin Yuan berharap generasi muda dapat melestarikan dan mempromosikan kain tradisional khas NTT di era digital saat ini. Selain menggunakan busana modifikasi dan aksesoris, pembuatan konten pada media sosial dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkenalkan tenun ikat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....