Gubernur NTT dan BPOM Kupang Tinjau Kuliner Takjil

  • 22 Feb 2026 23:37 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, meninjau salah satu lokasi pasar kuliner Takjil yang berlokasi di Jln. Ir. Soekarno, Fontein, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Sabtu 21 Februari 2025. Sebagai informasi, takjil adalah istilah umum untuk hidangan kudapan yang dimakan sesaat setelah berbuka puasa, biasanya berupa makanan manis seperti kolak pisang ubi, sop buah, es campur, serta makanan gurih lainnya seperti gorengan, menu lauk pauk dan lain sebagainya.

Turut hadir mendampingi Gubernur NTT dalam safari Ramadhan 1447 Hijriah tersebut diantaranya Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Kupang, Sem Lapik, dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Joaz Oemboe Wanda. Setibanya di lokasi, Gubernur Melki langsung meninjau di setiap stand kuliner yang berjejer rapi di lokasi tersebut dan berbincang dengan para pedagang serta turut membeli jajanan berbuka puasa atau takjil di masing-masing stand yang dikunjunginya.

“Semoga lancar dan laris jualannya ya,” ujar Gubernur Melki di setiap lapak yang Ia kunjungi. Dalam momentum tersebut Gubernur Melki mengungkapkan bahwa Ramadan merupakan periode dengan aktivitas ekonomi pangan yang juga meningkat signifikan, sehingga bersama BPOM, pengawasan terhadap keamanan makanan dan minuman harus dilakukan secara lebih cepat, adaptif, dan menjangkau langsung masyarakat.

“Tadi dari perbincangan dengan para pedagang, dan juga laporan dari Kepala BPOM, bahan baku yang digunakan dan umumnya merupakan bahan baku yang sudah sesuai standar BPOM. Dan tentunya BPOM akan rutin terus melakukan pengecekan, pengujian dan pemeriksaan makanan di setiap tempat yang jual takjil untuk memastikan keamanan makanan yang dijual,” ucapnya.

Lebih lanjut, Gubernur Melki juga menekankan pentingnya pendekatan edukatif secara berkelanjutan. Ia menyebutkan pedagang perlu diberikan pembinaan terkait praktik produksi pangan yang baik agar pengawasan tidak semata-mata bersifat represif, tetapi juga mendorong peningkatan kesadaran akan keamanan makanan dan minuman yang diperdagangkan.

“Jadi saya lihat sudah ada kesadaran dari para penjual untuk menyajikan makanan yang sesuai dengan ketentuan, untuk buat makanan dan minuman yang baik, aman dan sehat," ujarnya. Selain itu, ia juga memberikan catatan pentingnya kepada para pelaku UMKM untuk tidak mengunakan zat-zat kimia yang berbahaya yang dilarang oleh BPOM.

Ia mengimbau kepada para pedagang / penjual takjil atau makanan dan minuman apapun itu di seluruh NTT, agar menggunakan bahan baku yang aman dan layak untuk dikonsumsi para pembeli / konsumen. Gubernur Melki juga berpesan kepada masyarakat NTT untuk terus menjaga ketertiban, keamanan dan kenyamanan dalam bulan Ramadhan.

Selain itu, Ia juga meminta agar masyarakat menumbuhkan sikap empati dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar masing-masing. “ Selamat Imlek untuk saudara-saudara Tionghoa di NTT, selamat berpuasa juga untuk saudara-saudara Nasrani dalam momentum prapaskah, dan tentu selamat menjalankan ibadah puasa bagi saudara-saudara Muslim di NTT, "ungkapnya.

Melkiades menegaskan bahwa tiga momen besar yang terjadi dalam waktu bersamaan ini diharapkan bisa berjalan dengan baik, penuh berkah, dan tetap jaga toleransi dan ketertiban di semua tempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....