Uatucho Dorong UMKM Bangkit Lewat Produk Lokal

  • 03 Des 2025 12:10 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang: Di tengah gempuran produk impor, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dituntut untuk kembali menggali warisan tradisi dan identitas lokal sebagai sumber nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan. Menurut pemi UMKM Uatucho, Flavia Soares, produk lokal sederhana seperti minyak kemiri murni dapat diangkat menjadi komoditas bernilai jual tinggi.

Flavia Soares menceritakan bahwa perjalanan Uatucho berawal dari ide sederhana untuk menjual produk sendiri, setelah setahun melakukan percobaan demi mendapatkan kualitas terbaik. Produk unggulannya, Minyak Kemiri Murni Watu, hadir dengan keunikan utama, yaitu 100% murni tanpa campuran bahan tambahan, pengawet, atau pafum.

"Dia punya aroma khas dari kemiri, warnanya juga begitu, dan teksturnya lebih halus," jelas Flavia.

Dalam proses produksi, Uatucho memilih menggunakan teknik modern (mesin), bukan metode tradisional pembakaran, untuk memastikan kualitas dan keaslian minyak tetap terjaga. Produk ini diklaim memiliki ketahanan hingga satu tahun tanpa bahan pengawet.

Flavia menilai bahwa peluang pasar untuk minyak kemiri murni ini sangat besar, didorong oleh tren masyarakat yang kini cenderung memilih produk alami untuk perawatan diri. Minyak kemiri Uatucho sangat relevan untuk mengatasi masalah umum seperti mengatasi rambut rontok dan tipis, masalah rambut berketombe, menebalkan dan menghitamkan rambut secara alami.

Konsistensi dalam menjaga kualitas dan keaslian produk, merupakan kunci keberhasilan sebuah UMKM. Keterlibatan Uatucho dalam rantai pasok lokal turut memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat luas, dimana bahan baku kemiri diperoleh langsung dari petani lokal.

"Inilah salah satu dampak dari adanya UMKM, UMKM juga sangat membantu para petani lokal dalam memasarkan produk hasil mereka," ujarnya.

Selain itu, Uatucho beroperasi dengan sistem by order, yang berarti produksi baru dilakukan setelah adanya pesanan, sehingga produk yang diterima pelanggan selalu dalam keadaan segar. Sebagai pelaku UMKM, tantangan yang dihadapi adalah persaingan harga dengan persepsi yang menganggap produk lokal seringkali terlalu mahal, padahal memiliki kualitas yang baik.

Namun untuk meyakinkan konsumen, Flavia fokus pada tiga pilar, seperti kualitas, keaslian, dan identitas lokal. Meskipun mendapat dukungan pelatihan dari pemerintah setempat, Flavia berharap adanya peningkatan dukungan yang lebih spesifik, seperti akses permodalan, perizinan yang mudah dan fasilitas pemasaran digital, serta adanya kesempatan untuk terlibat dalam pameran.

Ke depan, Uatucho menargetkan penguatan merek di tingkat nasional dan regional, peningkatan kapasitas produksi, pembukaan lapangan kerja yang lebih luas, serta pengembangan produk turunan berbahan alami lainnya. Ia juga menegaskan bahwa identitas lokal adalah kekuatan dari UMKM untuk terus menjaga dan turut melestarikan budaya yang ada.

"Identitas lokal adalah kekuatan besar. Ketika UMKM berani menonjolkan asal usul budaya dan cerita produk, nilai tambahnya meningkat dan menjadi pembeda di pasar," katanya.

"Jangan takut mengangkat ciri khas daerah, karena justru di sanalah letak daya tarik dan kekuatan ekonomi sesungguhnya. Identitas lokal bukan sekedar label, tetapi cerita yang memberi nilai pada sebuah produk,” ujarnya. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....