UMKM Unit Jajan Kupang Tawarkan Inovasi Kuliner Baru
- 02 Des 2025 06:13 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang: Dunia Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Kupang terus menunjukkan geliatnya dengan hadirnya beragam inovasi kuliner. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Unit Jajan Kupang, yang sering disebut sebagai Uneedjajan Kupang, sebuah usaha jajanan kekinian yang dirintis oleh Cindy Agustine.
Dalam obrolan santai di Teras UMKM RRI Pro 4 Kupang, Cindy Agustine, selaku pemilik usaha, berbagi kisah perjalanannya membangun Unit Jajan Kupang yang kini telah bertahan lebih dari dua tahun. Cindy menjelaskan bahwa Unit Jajan Kupang, yang didirikan sejak November 2023, bermula dari inspirasi sederhana.
"Orang tua kan dulu suka buat kue, jadi dari kecil sudah terbiasa melihat sampai sekarang jadi suka juga," ucap Cindy. Berangkat dari kecintaan pada jajan dan didukung oleh latar belakang keluarga yang juga pengusaha kue, Cindy bersama suaminya memutuskan untuk memulai usaha kuliner di tengah tantangan mencari pekerjaan.
"Awalnya karena suami nyari kerja susah, jadi kita coba jualan. Lama-lama dapat ide, kayaknya kalau jual ini bisa deh di sini soalnya belum ada yang jual," tuturnya.
Unit Jajan Kupang mengusung konsep street food agar mudah dijangkau oleh masyarakat. Lokasi lapaknya berada di gang sebelah Gereja Katedral, satu deretan dengan Bank Mandiri di Jalan Bonipoi, Kupang (ditandai dengan tenda merah).
Meskipun awalnya sempat menjual Corn Dog (roti goreng dengan isian sosis dan keju moza) yang sukses setelah di-review oleh food vlogger lokal, menu andalan atau bestseller Unit Jajan Kupang adalah Es Teler Creamy. "Es teler sudah ada dari zaman dulu, tapi sekarang dikembangin jadi kayak fla (kuah) creamy-nya," ujar Cindy.
Inovasi Es Teler Creamy ini sukses besar, terutama karena cuaca Kupang yang panas, menjadikannya menu paling dicari dan banyak mendapatkan repeat order dari pelanggan. Selain Es Teler Creamy, Unit Jajan juga menawarkan menu kekinian lainnya seperti Mochi dan Cireng, serta pernah menjual Cibai (makanan khas Sunda) untuk memberikan variasi yang unik di pasar Kupang.
Perjalanan Unit Jajan tidak selalu mulus. Cindy mengakui pernah mengalami masa sulit, terutama saat menyewa lapak di TDM, di mana ia pernah pulang hanya dengan membawa uang Rp20.000, mereka juga sempat diusir Satpol PP saat berjualan di trotoar, dan sempat mengalami masalah dengan karyawan.
Namun, semangat berinovasi menjadi kunci keberhasilan. Cindy menjadikan persaingan sebagai tantangan untuk terus berkreasi dan menjaga kualitas bahan baku.
"Aku pakai bahan-bahan yang bukan asal-asalan, jadi kalau ngasih harga segitu menurut aku worth it," ujarnya.
Saat ini, Unit Jajan yang awalnya hanya dikerjakan berdua, telah berhasil mempekerjakan satu karyawan dan berencana untuk terus mengembangkan usahanya. Untuk ke depan, Unit Jajan Kupang berencana menambah varian menu baru yang sedang viral, seperti Dimsum Goreng Keju, serta berencana mencari lokasi strategis untuk membuka cabang.
Di akhir perbincangan, Cindy Agustine memberikan pesan motivasi bagi siapa pun yang ingin memulai usaha. "Jangan kelamaan mikir nanti enggak mulai-mulai," tuturnya.
"Jangan kayak sebelum mulai jualan udah kayak takut rugi, takut enggak laku. Itu enggak bakalan pernah maju. Mulai dulu aja, nanti juga kayak Tuhan datangin kok pembeli buat ngebeli. Rezeki kan pasti ada aja," ucap Cindy.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....