Dosen UT Nilai Evaluasi Anggaran 2026 Penting sebelum Tahun Berakhir

  • 14 Sep 2026 07:24 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Memasuki penghujung tahun 2026, evaluasi terhadap capaian target anggaran menjadi penting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana target tahunan telah terpenuhi. Evaluasi tersebut dapat menjadi bahan refleksi dan perbaikan, terutama untuk melihat apakah capaian telah mencapai setengah target, melampaui target, atau masih berada di bawah sasaran yang ditetapkan.

“Penetapan target merupakan bagian penting dalam perencanaan karena berkaitan dengan estimasi kebutuhan pada masa mendatang. Perencanaan merupakan aspek penting karena menunjukkan estimasi kebutuhan di masa mendatang,” ujar Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka (UT) Wise R. Silalahi.

Menurutnya, dalam konteks keuangan, perencanaan kebutuhan tersebut diwujudkan melalui penganggaran yang berperan penting dalam memastikan kebutuhan masa depan dapat dipenuhi. Penganggaran tidak hanya berlaku bagi pemerintah dan sektor swasta, tetapi juga perlu diterapkan dalam pengelolaan keuangan individu.

Ia menjelaskan, evaluasi capaian anggaran perlu dilakukan dengan membandingkan realisasi terhadap target yang telah ditetapkan sejak awal tahun. Hasil perbandingan tersebut dapat menunjukkan apakah capaian sudah sesuai harapan atau justru membutuhkan evaluasi lebih lanjut.

“Kalau capaian masih kurang, tentu akan menjadi dasar evaluasi dengan beragam kemungkinan, meliputi kinerja yang rendah, target terlalu besar, target tidak sesuai, dan lain-lain . Evaluasi diperlukan agar penyusunan target berikutnya menjadi lebih realistis dan sesuai dengan kebutuhan,” kata Wise R. Silalahi.

Dalam pengelolaan anggaran individu, terdapat sejumlah prinsip yang dapat digunakan, di antaranya komposisi 50:30:20 yang diperkenalkan Elizabeth Warren melalui buku All Your Worth: The Ultimate Lifetime Money Plan. Komposisi tersebut membagi pendapatan menjadi 50 persen untuk kebutuhan, 30 persen untuk keinginan, serta 20 persen untuk tabungan dan investasi.

Selain itu, terdapat konsep 60% Solutions yang diperkenalkan Richard Jenkins dengan membagi 60 persen pendapatan untuk pengeluaran rutin atau komitmen, sementara masing-masing 10 persen dialokasikan untuk tabungan pensiun, tabungan jangka panjang, tabungan jangka pendek, dan kebutuhan bersenang-senang.

“Penganggaran memegang peranan penting karena menyangkut pemenuhan kebutuhan di masa mendatang,” ujar R. Silalahi. (ST)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....