Digitalisasi Retribusi Bidik Tata Kelola Pasar

  • 17 Sep 2026 07:18 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Pengelolaan 10 pasar di Kota Kupang mulai diarahkan menuju sistem digital. Transformasi ini menyasar pembayaran retribusi dan transaksi pedagang untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta tata kelola pasar.

Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen Kupang, Lohot Jonpiter Sidabutar, Selasa, 15 September 2026 mengatakan digitalisasi retribusi dan transaksi pedagang menjadi bagian penting dalam mendorong pengelolaan pasar yang lebih tertib.

Langkah tersebut diwujudkan melalui Perjanjian Kerja Sama antara Bank Mandiri Taspen Cabang Kupang dan Perumda Pasar Kota Kupang.

Menurut Lohot, sistem pengelolaan pasar yang masih dilakukan secara konvensional menghadapi tantangan dalam aspek transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola.

“Melalui produk ini kami percaya dan berharap bisa membantu mewujudkan sistem retribusi, transaksi pasar yang lebih tertib, transparan dan akuntabel,” ujar Lohot.

Untuk mendukung transformasi tersebut, Bank Mandiri Taspen menyiapkan sejumlah layanan digital, antara lain Virtual Account, QRIS, Mandiri Cash Management (MCM), serta Mobile Banking Bank Mandiri Taspen atau Mufin.

Layanan tersebut diharapkan dapat mempermudah transaksi sekaligus memperkuat pencatatan dan pengelolaan penerimaan pasar.

Lohot menyebut digitalisasi ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Kupang dalam mendorong transaksi keuangan secara digital di lingkungan pemerintah daerah.

Menurutnya, kerja sama antara pemerintah daerah, pengelola pasar, perbankan, dan pelaku usaha menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pasar yang lebih modern.

“Perluasan sinergi melalui perjanjian kerja sama antara Bunda Pasar Kota Kupang dengan Bank Mandiri Taspen terkait digitalisasi retribusi dan transaksi pedagang Pasar Kota Kupang menjadi tonggak penting bagi peningkatan nilai ekosistem pasar,” katanya.

Sebelumnya, Bank Mandiri Taspen juga telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Kupang melalui program Sabuang Pawali, yang menurut Lohot mendapat antusiasme masyarakat dan pelaku UMKM.

Bank Mandiri Taspen menyatakan kesiapan untuk terus mendukung berbagai program Pemerintah Kota Kupang, termasuk melalui penyediaan layanan perbankan bagi aparatur sipil negara dan masyarakat.

Lohot menegaskan, digitalisasi pasar tidak sekadar mengubah metode pembayaran, tetapi diarahkan untuk membangun sistem pengelolaan yang lebih tertib, transparan, dan akuntabel.

Transformasi tersebut sekaligus diharapkan mampu mempertemukan kebutuhan pemerintah dalam memperkuat tata kelola, kepentingan pengelola pasar, serta kebutuhan pedagang dan masyarakat terhadap layanan transaksi yang lebih mudah. (As)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....