Realisasi Anggaran Belanja Pengendalian Inflasi di NTT Capai Rp282,22 Miliar

  • 10 Jul 2026 17:28 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam mengendalikan tingkat inflasi nasional melalui berbagai program intervensi strategis lintas kementerian dan lembaga (K/L). Sampai dengan minggu pertama bulan Juli 2026, total realisasi anggaran untuk program intervensi inflasi telah mencapai Rp282,22 miliar atau 48,79% dari total pagu anggaran sebesar Rp578,47 miliar. Capaian realisasi ini mencerminkan langkah proaktif pemerintah dalam mengamankan rantai pasok, menjaga stabilitas harga, serta memastikan kelancaran distribusi barang dan jasa kebutuhan pokok masyarakat di tengah dinamika ekonomi.

Serapan Anggaran Kementerian/Lembaga

Kepala Kanwil DJPb NTT, Adi Setiawan menyampaikan bahwa Pelaksanaan program intervensi ini didukung oleh lima instansi pemerintah. Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) menjadi K/L dengan realisasi terbesar, yaitu Rp190,44 miliar (50,67%) dari pagu Rp375,86 miliar, yang difokuskan pada kelancaran distribusi dan ketersediaan pasokan.

Rincian serapan anggaran pada instansi lainnya juga terus diakselerasi, di antaranya:

  • Kementerian Pekerjaan Umum: realisasi 50,67% (Rp190,44 miliar) dari pagu Rp375,86 miliar.

  • Kementerian Perhubungan: realisasi 45,40% (Rp91,49 miliar) dari pagu Rp200,51 miliar.

  • Badan Pusat Statistik (BPS): realisasi 27,94% (Rp211,32 juta) dari pagu Rp756,27 juta.

  • Badan Pangan Nasional (Bapanas): realisasi 41,23% (Rp71,48 juta) dari pagu Rp173,36 juta.

  • Kementerian Pertanian: realisasi 3,37% (Rp5,38 juta) dari pagu Rp159,78 juta.

Pengendalian Inflasi Berdasarkan Intervensi

Program intervensi inflasi pemerintah difokuskan pada empat komponen utama. Dari keempat komponen tersebut, strategi Kelancaran Distribusi mencatatkan porsi anggaran dan realisasi terbesar, yakni mencapai Rp248,37 miliar (51,26%) dari pagu Rp484,58 miliar.

Rincian empat intervensi sebagai berikut:

  • Kelancaran Distribusi: Realisasi mencapai Rp248,37 Miliar atau 51,26% dari pagu Rp484,58 miliar.

  • Ketersediaan Pasokan: Realisasi mencapai Rp33,58 miliar atau 36,10% dari pagu Rp93,01 miliar.

  • Keterjangkauan Harga: Realisasi mencapai Rp64,38 juta atau 56,08% dari pagu Rp114,80 juta. Persentase serapan ini merupakan yang paling tinggi dibandingkan pilar lainnya.

  • Komunikasi Efektif: Realisasi mencapai Rp211,32 juta atau 27,94% dari pagu Rp756,27 juta. (rls/at)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....