Harga Emas Dunia Melonjak, Investor Cari Aman

  • 08 Okt 2025 20:29 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang: Harga emas dunia melonjak tajam hingga menembus rekor lebih dari 4.000 dolar AS per ons, mencatat kenaikan sekitar 53 persen sepanjang tahun ini. Kecemasan terhadap risiko geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global disebut sebagai faktor utama di balik reli logam mulia tersebut.

Melansir reuters, lonjakan harga emas terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran pasar atas konflik berkepanjangan di Eropa dan Timur Tengah, termasuk perang Rusia-Ukraina dan eskalasi serangan antara Israel dan Hamas yang telah merembet hingga Iran dan Yaman, dimana kondisi ini memicu gelombang besar permintaan terhadap aset aman seperti emas.

Direktur Pelaksana Commodity Market Analytics, Dan Smith, mengatakan reli emas yang luar biasa ini menjadi sinyal bahwa “ada sesuatu yang buruk sedang terjadi dan para investor mulai gugup.” Selain faktor geopolitik, kecemasan ekonomi turut memperkuat tren tersebut.

Kebijakan tarif baru Presiden Donald Trump, kekhawatiran terhadap kekuatan dolar AS, serta inflasi yang belum sepenuhnya terkendali mendorong investor mencari perlindungan di aset logam mulia. Dukungan terhadap reli emas juga datang dari kebijakan moneter longgar dan aksi beli besar-besaran oleh bank sentral di berbagai negara.

Menurut konsultan Metals Focus, total pembelian emas bank sentral global diperkirakan mencapai 1.000 metrik ton pada tahun 2025, menandai tahun keempat berturut-turut pembelian besar-besaran. Langkah ini dilakukan sebagai upaya diversifikasi cadangan devisa dari aset berbasis dolar ke emas batangan, sekaligus memperkuat posisi keuangan menghadapi ketidakpastian global.

Meski beberapa indikator menunjukkan pasar emas mulai overbought, para analis menilai tren positif ini belum akan berhenti. Goldman Sachs bahkan menaikkan proyeksi harga emas Desember 2026 menjadi 4.900 dolar AS per ons, dengan alasan tidak adanya tanda-tanda pelemahan fundamental.

Analis BNP Paribas, David Wilson, mengatakan bahwa hampir semua faktor pendorong tradisional emas kini sedang aktif. “Jika Anda khawatir terhadap prospek ekonomi dan utang AS, maka emas masih menjadi pilihan safe haven terbaik,” ujarnya.

Kondisi pasar yang tidak menentu membuat investor ragu menaruh dana pada aset berisiko. Dengan berbagai tekanan geopolitik dan ekonomi yang belum mereda, harga emas diperkirakan akan tetap bersinar sebagai aset pelindung nilai utama hingga beberapa tahun mendatang. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....