Gubernur NTT Targetkan Job Fair Jadi Agenda Tetap, Siapkan 10 Ribu Lowongan Kerja
- 25 Mei 2026 10:57 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa kegiatan Job Fair yang digelar dua hari di Kupang bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha.
Dalam sambutannya, di Gedung Olahraga (GOR) Flobamor, Jumat, 22 Mei 2026, Gubernur yang akrab disapa Melki Laka Lena itu menyebut hubungan harmonis antara pekerja dan pengusaha menjadi kunci terciptanya iklim kerja yang sehat di NTT.
“Pengusaha dan pekerja itu sejatinya saling membutuhkan. Tugas pemerintah memastikan ekosistem hubungan industrial itu berjalan baik,” katanya.
Ia mengapresiasi suasana dialog antara serikat pekerja dan pengusaha yang berlangsung kondusif pada peringatan Hari Buruh 1 Mei lalu. Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi modal penting untuk membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.
Pada Job Fair tersebut, tersedia sekitar 10.302 lowongan kerja dari 61 perusahaan, baik dalam negeri maupun luar negeri. Namun hingga siang hari, jumlah pengunjung baru sekitar seribu orang.
Hal itu membuat Gubernur Melki langsung mengajak seluruh pihak, mulai dari organisasi, media sosial, hingga komunitas masyarakat untuk menggerakkan pencari kerja datang ke lokasi Job Fair. “Saya targetkan besok tempat ini harus penuh. Kalau lowongan 10 ribu, mestinya yang datang bisa dua sampai tiga kali lipat,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Ia bahkan menargetkan pribadi membawa seribu pencari kerja ke lokasi Job Fair pada hari berikutnya. Melihat tingginya kebutuhan tenaga kerja di NTT dan luar daerah, Gubernur memastikan Job Fair akan dijadikan agenda rutin setiap tiga bulan dan digelar bergilir di berbagai kabupaten/kota di NTT.
“Tidak hanya di Kupang. Bisa di Flores, Sumba, Rote, atau Labuan Bajo. Ini program konkret membantu rakyat mendapatkan pekerjaan,” katanya.
Menurutnya, peluang kerja di NTT saat ini sangat besar, terutama pada sektor garam, tambak udang, koperasi, MBG, hingga ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart. Gubernur Melki juga mengungkapkan bahwa pekerja asal NTT memiliki reputasi baik di berbagai daerah Indonesia.
“Orang NTT dikenal pekerja keras, jujur, setia, dan loyal. Itu yang membuat banyak daerah senang menerima pekerja dari NTT,” ujarnya.
Namun ia meminta para calon pekerja dibekali keterampilan teknis dan pemahaman budaya daerah tujuan agar mampu beradaptasi dengan baik. Dalam kesempatan itu, Gubernur juga mengungkap rencana besar menjadikan Kupang sebagai pusat penempatan pekerja migran Indonesia asal NTT.
Ia mengaku telah berkomunikasi dengan Kementerian Pekerja Migran Indonesia dan maskapai penerbangan untuk membuka penerbangan langsung Kupang–Kuala Lumpur. “Kalau semua proses selesai di Kupang, kita bisa tekan TPPO dan hilirisasi tenaga kerja terjadi di NTT,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Nakertrans NTT, Yosef Rasi mengatakan Job Fair bertujuan memberikan informasi pasar kerja sekaligus menekan praktik perekrutan tenaga kerja ilegal. Menurutnya, seluruh perusahaan yang ikut dalam Job Fair telah memiliki legalitas resmi dari pemerintah.
“Kita ingin masyarakat tahu ada lowongan kerja legal yang aman dan dilindungi pemerintah,” ujarnya. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan rutin setiap tahun di seluruh kabupaten/kota di NTT guna menekan angka pengangguran dan praktik TPPO ilegal. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....