Mukena Indonesia Jadi Primadona Pasar Malaysia dan Filipina

  • 05 Apr 2025 15:19 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang : Di tengah persaingan sengit pasar global, industri mukenah Indonesia justru kian bersinar, terutama di kawasan Asia Tenggara. Bukan sekadar tren musiman, kualitas unggul, desain otentik, dan harga yang bersahabat telah mengantarkan mukenah produksi dalam negeri merajai pasar.

Berbekal kualitas tinggi yang diakui, desain khas yang memikat, dan harga yang kompetitif, industri mukenah tanah air terus menunjukkan taringnya. Lonjakan ekspor yang mencapai US$ 5,95 juta pada tahun 2022 menjadi penanda betapa kuatnya daya saing dan potensi pertumbuhan sektor ini di kancah internasional.

Ibarat roller coaster, grafik ekspor mukenah Indonesia dalam tiga tahun terakhir memperlihatkan ayunan yang cukup ekstrem. Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan adanya kemerosotan tajam dalam nilai pengiriman mukenah berkode HS 62114220 ke pasar internasional.

Setelah mencapai titik tertinggi dalam lima tahun terakhir di tahun 2022 dengan nilai US$5,96 juta, ekspor mukenah mengalami penyusutan yang mengkhawatirkan. Pada tahun 2023, nilainya turun menjadi US$4,32 juta, dan puncaknya di tahun 2024, terjadi penurunan paling signifikan sebesar 73,26%, menyisakan angka ekspor hanya US$1,15 juta.

Meskipun mengalami penurunan nilai ekspor secara keseluruhan, jangkauan pasar mukenah Indonesia di kancah global masih cukup luas, tercatat menembus 18 negara pada tahun 2024. Fokus utama ekspor produk ibadah ini tampak jelas tertuju pada negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

Malaysia tampil sebagai negara tujuan ekspor dengan nilai mencapai US$961,1 ribu, diikuti oleh Filipina di urutan kedua dengan serapan senilai US$116,7 ribu. Thailand melengkapi dominasi regional di posisi ketiga dengan nilai US$30,1 ribu. Menariknya, di luar lingkaran ASEAN, India muncul sebagai destinasi utama ekspor mukenah Indonesia, mencatatkan nilai sebesar US$23,8 ribu pada tahun yang sama.

Hegemoni Malaysia sebagai pasar utama ekspor mukenah Indonesia terus berlanjut. Tahun 2024, Negeri Jiran ini menyerap pangsa ekspor yang mencengangkan, mencapai 83,2% dari keseluruhan nilai pengiriman mukenah ke mancanegara.

Fenomena ini bukanlah tanpa alasan; jalinan kedekatan budaya yang erat antara kedua negara menciptakan kesamaan preferensi yang kuat terhadap desain dan kualitas mukenah Indonesia, menjadikannya pilihan utama bagi masyarakat Malaysia. Ironisnya, di balik dominasinya sebagai pengimpor utama, nilai ekspor mukenah Indonesia ke Malaysia juga mengalami penyusutan yang cukup signifikan.

Padahal, pada tahun 2022, pasar Negeri Jiran ini sempat menjadi ladang emas dengan nilai impor mukenah mencapai US$5,9 juta. Penurunan drastis ini diduga kuat dipicu oleh dua faktor utama: semakin populernya produk mukenah buatan lokal Malaysia yang berhasil merebut hati konsumen, serta adanya pergeseran selera masyarakat yang kini lebih condong pada desain mukenah yang lebih modern dan kekinian.

Agar sayap ekspor mukenah Indonesia kembali membentang lebar dan terbang tinggi di pasar internasional, dibutuhkan angin segar berupa inovasi yang tak henti, strategi pemasaran yang lebih cerdik dan menjangkau, serta produk yang mampu menjawab panggilan zaman dan kebutuhan masyarakat modern. Inilah saatnya untuk bertransformasi, menjadikan "Garuda" bukan hanya sekadar simbol negara, namun juga representasi kekuatan industri mukenah di pentas dunia.

Untuk mencapai visi ini, kolaborasi erat antara pemerintah sebagai fasilitator dan para pengusaha lokal sebagai motor penggerak kualitas produk menjadi fondasi yang tak tergantikan. (AK)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....