Dinas Peternakan NTT Latih Warga Olah Sei Babi

  • 27 Feb 2026 14:06 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan (PSB) menggelar pelatihan pembuatan sei babi bagi masyarakat Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Kamis, 26 Februari 2026. Pelatihan yang berlangsung di halaman Kantor Desa Bolok ini diikuti oleh pelaku usaha kecil, kelompok masyarakat, serta warga yang tertarik mengembangkan usaha olahan daging babi.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan teknis sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah produk peternakan lokal. Salah satu petugas Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan (PSB) Dinas Peternakan Provinsi NTT, Yermi Ariada, menjelaskan bahwa teknik pengolahan yang tepat sangat menentukan cita rasa dan kualitas sei babi.

Salah satu faktor utama adalah pemilihan bahan bakar dalam proses pengasapan.

“Jadi kita menggunakan kayu kusambi kalau mau hasil terbaik. Selama proses nanti, jarak antara tungku pembakaran dengan daging itu sekitar 1,5 meter. Itu bagus untuk menjaga panasnya tetap stabil,” ucap Yermi, Bidang

Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan (PSB) Dinas Peternakan Provinsi NTT, saat di temui RRI.CO.ID, Kamis, 26 Februari 2026. Menurutnya, jarak tersebut penting untuk memastikan daging matang secara perlahan dan merata tanpa terbakar langsung oleh api.

Teknik pengasapan yang benar akan menghasilkan tekstur yang lembut dengan aroma khas yang menjadi ciri sei tradisional NTT. Yermi juga menekankan pentingnya tahap akhir pengasapan.

Ia mengatakan, setelah daging hampir matang, proses dilanjutkan dengan menutup daging menggunakan daun tertentu guna menghasilkan aroma yang lebih khas.

“Setelah dia sudah mendekati masa matang, kita tutup dengan daun. Tujuannya untuk aroma. Nanti aromanya beda dengan daging yang tanpa kayu sapi, harumnya lebih khas,” ucap Yermi.

Ia menambahkan, teknik tradisional tersebut perlu terus dipertahankan, namun tetap harus memperhatikan aspek kebersihan dan standar produksi yang baik agar produk mampu bersaing di pasar modern. Selain praktik langsung, peserta pelatihan juga dibekali pengetahuan mengenai sanitasi, pengemasan, serta pentingnya penamaan produk sebagai bagian dari strategi pemasaran.

Menurutnya, pengolahan hasil ternak seperti sei babi memiliki potensi ekonomi yang cukup besar jika dikelola secara serius. Produk olahan yang berkualitas tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi lokal, tetapi juga berpeluang dipasarkan ke luar daerah bahkan menjadi oleh-oleh khas NTT.

Melalui pelatihan ini, Dinas Peternakan Provinsi NTT berharap masyarakat dapat mengembangkan usaha olahan daging secara berkelanjutan. Pemerintah daerah juga berkomitmen mendampingi pelaku usaha agar mampu meningkatkan kapasitas produksi, menjaga kualitas, serta memperluas akses pasar. (Andry/Ady)

Rekomendasi Berita