“Mai Fali E”, Relawan Kembali untuk Menyalakan Mimpi Anak-Anak Rote Ndao
- 26 Agt 2026 16:39 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Rote - Dari ruang kelas sederhana di UPTD SD Negeri Hundihuk, Senin, 24 Agustus 2026, anak-anak kembali diajak untuk berani bermimpi tentang masa depan. Melalui gerakan Relawan Mengajar Rote Ndao 2026 bertajuk “Mai Fali E”, para relawan datang bukan sekadar mengajar, tetapi membawa cerita, pengalaman, dan harapan bagi generasi muda Rote Ndao.
Gerakan dengan motto “Sehari Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi” ini mempertemukan putra-putri Rote Ndao yang telah menempuh perjalanan pendidikan dan karier di berbagai bidang. Mereka memilih kembali untuk berbagi, karena pengalaman yang mereka miliki diyakini dapat menjadi cahaya kecil bagi anak-anak yang sedang mencari arah masa depan.
Salah satu relawan yang berprofesi sebagai dokter hewan, drh. Marisa Aplugi, mengatakan setiap anak memiliki potensi yang tidak boleh dibatasi oleh keadaan tempat tinggal maupun kondisi lingkungan. Menurutnya, hal terpenting yang perlu ditanamkan sejak dini adalah keberanian untuk bermimpi dan keyakinan bahwa mimpi tersebut layak diperjuangkan.
“Anak-anak harus berani bermimpi dan mengenal potensi dirinya sejak dini, karena setiap anak memiliki kesempatan untuk menjadi apa pun yang mereka cita-citakan,” kata drh. Marisa

drh. Marisa berharap cerita dan pengalaman yang dibagikannya dapat tinggal lebih lama dalam ingatan para siswa. Baginya, mungkin pertemuan itu hanya berlangsung sehari, tetapi sebuah kalimat motivasi bisa saja menjadi alasan seorang anak terus bertahan mengejar cita-citanya bertahun-tahun kemudian.
Sementara itu, Febrianan Fransiska Manubulu, S.Pd., M.Pd., yang berprofesi sebagai dosen, melihat pendidikan bukan sekadar tentang angka dan nilai yang tertulis di buku rapor. Pendidikan juga menjadi jalan untuk membangun keberanian, rasa percaya diri, dan keyakinan bahwa setiap anak memiliki masa depan yang dapat diperjuangkan.
“Kami ingin anak-anak melihat bahwa belajar bukan hanya untuk mendapatkan nilai, tetapi untuk membuka jalan menuju masa depan.” ucap Ferbrianan.

Ia berharap anak-anak tidak takut untuk bertanya, mencoba, dan menyampaikan pendapat. Menurutnya, keberanian kecil yang tumbuh di ruang kelas hari ini dapat menjadi modal penting ketika mereka menghadapi dunia yang lebih luas di masa mendatang.
Hal serupa disampaikan relawan yang juga berprofesi sebagai dosen, Arjuna Purba, S.E., M.M., yang menilai anak-anak Rote Ndao memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing. Karena itu, menurutnya, mereka perlu terus diberikan ruang untuk mengenal berbagai profesi dan melihat bahwa masa depan memiliki banyak kemungkinan.
| Baca juga: Geng Waras Bagikan Alat Tulis di TTS |

“Anak-anak Rote Ndao memiliki potensi yang luar biasa, sehingga yang perlu dibangun adalah keyakinan bahwa mereka juga mampu bersaing dan mencapai cita-cita.” ujar Arjuna
Turut didukung oleh Giancarlo Glenn Alexander Kana, seorang mahasiswa yang bertugas sebagai relawan dokumentasi. Kehadiran para relawan mendapat sambutan hangat dari sekolah, guru, siswa, dan orang tua murid.
Hadir dalam kesempatan ini, Kepala Sekolah UPTD SD Negeri Hundihuk Depo Profera Octavianus, S.Pd.SD, Kepala Desa Hundihuk, Yunus Modokh, A.Md dan juga Ketua Komite Yun Y. Menda yang juga merupakan seorang Maneleo yang memberikan sambutan secara ada bagi para relawan.
Kegiatan diawali dengan doa yang dipimpin Pdt. Yohanis Nehemia Lolok, S.Th., dilanjutkan dengan sesi parenting yang mengajak orang tua memahami pentingnya dukungan keluarga dalam perjalanan pendidikan anak.
Setelah itu, Kelas Inspirasi digelar dalam tiga kelompok, yakni kelas IV, gabungan kelas IV dan V, serta kelas VI. Anak-anak terlihat antusias, aktif bertanya, dan berani menyampaikan pendapat ketika berinteraksi dengan para relawan yang hadir dengan latar belakang profesi berbeda.
Di balik keceriaan tersebut, tersimpan sebuah pesan sederhana bahwa tidak ada mimpi yang terlalu tinggi bagi seorang anak hanya karena ia tumbuh jauh dari pusat kota. “Mai Fali E” hadir untuk mengingatkan bahwa sejauh apa pun seseorang pergi untuk belajar dan berkarya, selalu ada alasan untuk kembali berbagi dengan tanah kelahiran dan menyalakan harapan bagi generasi berikutnya. (LA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....