Rote Mengajar 2026 Libatkan 206 Relawan
- 24 Agt 2026 08:01 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Rote - Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menggelar Program Rote Mengajar Tahun 2026 melalui Gerakan “Mai Fali E”, sebuah gerakan kolaboratif yang mempertemukan berbagai profesi untuk berbagi pengetahuan, pengalaman dan inspirasi kepada generasi muda. Kegiatan yang mengusung tema “Sehari Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi” tersebut resmi dibuka Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH, Minggu 23 Agustus 2026, di Aula Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao dan berlangsung hingga 25 Agustus 2026.
Program Rote Mengajar atau Rombongan Profesional Terjun Mengajar ini menjadi bagian dari upaya mendukung program Mbule Sio, khususnya Mbule Lua “Rote Ndao Cerdas”. Program tersebut mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan, pembentukan karakter serta tata kelola pendidikan di Kabupaten Rote Ndao.
Rote Mengajar mempertemukan para profesional, akademisi, komunitas, diaspora, tokoh masyarakat, pelaku usaha, ASN, TNI/Polri, tenaga kesehatan, wirausahawan dan berbagai profesi lainnya dengan peserta didik di sekolah sasaran. Sebelum mengikuti rangkaian kegiatan, rombongan relawan Rote Mengajar terlebih dahulu diterima secara resmi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao saat tiba di Pelabuhan Syahbandar Ba’a.
| Baca juga: Pentingnya Dukungan Suami dalam Usaha Istri |
Rombongan kemudian bertolak menuju Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao untuk mengikuti acara penerimaan oleh Bupati Paulus Henuk. Para relawan tidak hanya hadir untuk menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga berbagi pengalaman hidup, memperkenalkan berbagai dunia profesi, menumbuhkan motivasi belajar serta membuka wawasan peserta didik mengenai peluang pendidikan dan masa depan.
Semangat tersebut diwujudkan melalui sejumlah kegiatan, di antaranya Kelas Inspirasi, Parenting Session dan Dialog Kebangsaan. Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang telah mengambil bagian dalam Program Rote Mengajar 2026.
Ia menilai kehadiran para relawan merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masa depan generasi muda Rote Ndao.
“Saya secara khusus menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada 206 relawan Rote Mengajar 2026. Ada yang datang dari dekat, ada yang harus menyeberangi pulau, bahkan melintasi batas negara,” kata Bupati Paulus.
Menurutnya, perbedaan latar belakang dan daerah asal para relawan tidak menjadi penghalang untuk bersama-sama memberikan kontribusi bagi pendidikan di Rote Ndao. Sebaliknya, keberagaman tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap pendidikan dapat menyatukan berbagai elemen masyarakat.
Program Rote Mengajar 2026 menyasar 34 sekolah jenjang SD, SMP dan SMA yang tersebar di 10 kecamatan, dengan melibatkan siswa, guru serta orang tua. Sebanyak 206 relawan terlibat dalam kegiatan tersebut, terdiri dari 172 relawan pengajar dan 34 relawan dokumentasi.
Dari jumlah tersebut, 73 relawan berdomisili di Rote Ndao, 119 orang berdomisili di Kupang dan sekitarnya, serta 14 orang berasal dari luar NTT dan Malaysia. Komposisi ini mencerminkan semangat kolaborasi lintas wilayah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Rote Ndao.
Paulus menegaskan bahwa para relawan yang hadir telah menjadi bagian dari Rote Ndao. Menurutnya, pembangunan pendidikan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, sekolah, masyarakat, dunia usaha, komunitas dan para profesional.
“Semangat Mai Fali E adalah ajakan bagi semua yang ingin berkontribusi bagi pembangunan Rote Ndao,” ucap Bupati Paulus. Melalui Rote Mengajar 2026, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berharap semangat berbagi dan kolaborasi tersebut tidak berhenti selama pelaksanaan kegiatan, tetapi dapat terus menjadi gerakan bersama dalam membangun pendidikan dan menyiapkan generasi muda Rote Ndao menghadapi masa depan. (LA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....