Semarak Budaya Prailiu Dorong Pelestarian Budaya Sumba
- 11 Agt 2026 08:29 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Semarak Budaya Kampung Adat Prailiu digelar di Kampung Adat Prailiu, Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Senin, 10 Agustus 2026. Kegiatan yang digagas oleh generasi muda Sumba tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya sekaligus memperkenalkan potensi wisata budaya Prailiu kepada masyarakat luas.
Ketua pelaksana sekaligus penanggung jawab kegiatan, Tia Nicolas, mengatakan Semarak Budaya lahir dari kepedulian generasi muda terhadap keberlangsungan budaya dan tradisi Sumba, khususnya yang ada di Kampung Adat Prailiu.
“Tujuan utama kegiatan ini untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya Sumba, khususnya budaya masyarakat Kampung Adat Prailiu kepada masyarakat luas,” kata Tia saat diwawancarai RRI, Senin, 10 Agustus 2026 malam.
Menurut Tia, Kampung Adat Prailiu memiliki potensi budaya yang kuat. Lokasinya yang relatif dekat dengan pusat Kota Waingapu juga menjadi peluang untuk memperkenalkan kehidupan tradisional masyarakat Sumba sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berbasis budaya.
Sejumlah kegiatan digelar dalam Semarak Budaya Prailiu, di antaranya penyerahan alat bantu tenun, demonstrasi proses pembuatan tenun, serta peragaan busana adat Sumba Timur.
Dukungan terhadap pelestarian budaya juga datang dari Anggota Komisi X DPR RI, Stevano Rizki Adranacus, yang memberikan bantuan berupa alat bantu tenun untuk mendukung aktivitas para penenun di Kampung Adat Prailiu.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung keberlangsungan kegiatan menenun sekaligus memperkuat upaya pelestarian tenun sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat Sumba.
Kegiatan Semarak Budaya juga memperkenalkan berbagai kekayaan budaya Prailiu, seperti rumah adat, kain tenun ikat, serta seni dan tarian tradisional Sumba.
Tia menjelaskan, kain tenun ikat Prailiu memiliki nilai budaya yang kuat. Motif dan warna pada kain mengandung makna tertentu, sementara proses pembuatannya masih dilakukan secara tradisional oleh perempuan setempat.
Antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan Semarak Budaya juga dinilai cukup tinggi. Masyarakat terlibat dalam berbagai rangkaian kegiatan, baik sebagai pelaku seni, pengrajin tenun, maupun warga yang hadir menyaksikan kegiatan.
“Antusiasme masyarakat cukup tinggi. Ini menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki rasa bangga dan kepedulian terhadap budaya leluhur,” ujarnya.
Semarak Budaya Kampung Adat Prailiu turut dihadiri Anggota Komisi X DPR RI Stevano Rizki Adranacus, Raja Prailiu, Ketua Adat, masyarakat Kampung Adat Prailiu, serta masyarakat umum.
Menurut Tia, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan budaya Sumba tidak hanya dikenal, tetapi juga terus dipraktikkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ia berharap Semarak Budaya Kampung Adat Prailiu dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda budaya rutin setiap tahun. Kegiatan ini juga diharapkan semakin melibatkan generasi muda serta memberikan ruang lebih besar bagi seniman, penenun, dan pelaku budaya lokal.
Selain menjaga warisan budaya, pengembangan potensi budaya Prailiu diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata dan memperkenalkan Kampung Adat Prailiu kepada masyarakat dari luar daerah.
“Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menjadi sebuah acara, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menjaga budaya dan tradisi Prailiu agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” kata Tia. (TT)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....