81 Tahun RRI, Ketua GMNI Kupang: Tetap Jadi Suara Rakyat dan Penjaga Persatuan
- 03 Sep 2026 11:45 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Delapan puluh satu tahun bukan sekadar angka bagi Radio Republik Indonesia (RRI). Di balik perjalanan panjang itu, ada suara yang terus menemani masyarakat Indonesia, dari ruang-ruang keluarga, warung kopi, kendaraan di jalan raya, hingga pelosok daerah yang mungkin tak selalu tersentuh hiruk-pikuk media digital.
Di momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RRI, ucapan dan harapan datang dari berbagai kalangan. Salah satunya dari Ketua DPD GMNI Kupang, Jacson Marcus, yang melihat RRI bukan hanya sebagai media penyampai informasi, tetapi sebagai bagian dari perjalanan bangsa.

Dengan semangat Salam Pancasila, Merdeka!, Jacson menyampaikan apresiasinya atas kiprah RRI yang selama 81 tahun tetap hadir di tengah masyarakat. “Atas nama GMNI Kupang, saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-81 kepada Radio Republik Indonesia. Selama 81 tahun, RRI telah hadir dan menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia,” ujar Jacson saat ditemui RRI.CO,ID, Rabu, 2 September 2026.
| Baca juga: Damkar Kupang Imbau Lahan Kosong Dibersihkan |
Bagi Jacson, kekuatan RRI terletak pada kepercayaan publik yang dibangun melalui informasi yang aktual, edukatif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia berharap RRI tetap menjaga independensinya serta menjadi media publik yang mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat.
Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, tantangan bagi media juga semakin besar. Arus informasi digital bergerak nyaris tanpa jeda.
Berita dapat muncul dan menyebar hanya dalam hitungan detik, sementara informasi yang keliru juga mudah beredar dan memengaruhi masyarakat. Dalam situasi seperti itu, menurut Jacson, keberadaan RRI justru semakin penting.
RRI diharapkan tidak sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati dirinya sebagai media publik. “Di tengah perkembangan zaman dan pesatnya arus informasi digital, kami berharap RRI semakin adaptif, profesional, dan mampu menjadi ruang informasi bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.
Harapan itu sekaligus menjadi pesan agar RRI terus memperkuat perannya sebagai media yang dekat dengan rakyat. Sebab, bagi masyarakat, radio bukan hanya tentang suara yang terdengar dari sebuah perangkat.
Radio juga tentang kehadiran. Tentang informasi yang menemani perjalanan, memberikan kabar ketika seseorang jauh dari rumah, atau menjadi jendela bagi mereka yang ingin mengetahui apa yang sedang terjadi di negeri ini.
Karena itu, Jacson berharap RRI terus menghadirkan informasi aktual sekaligus mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia juga menekankan pentingnya peran RRI dalam menjaga persatuan Indonesia.
Di tengah masyarakat yang semakin beragam dan ruang digital yang kerap dipenuhi perbedaan pandangan, media publik memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan informasi yang mampu memperkuat kebersamaan. “Semoga RRI terus menjadi media yang independen, edukatif, dan terpercaya oleh seluruh masyarakat Indonesia, serta senantiasa menghadirkan informasi yang edukatif dalam memperkuat persatuan bangsa dan negara,” ungkapnya.
Delapan puluh satu tahun perjalanan RRI, pada akhirnya, bukan hanya cerita tentang sebuah lembaga penyiaran yang bertahan melewati perubahan zaman. Ini juga merupakan cerita tentang bagaimana sebuah suara publik terus berusaha hadir untuk masyarakat.
Dari suara radio yang sederhana hingga era digital yang serba cepat, pesan yang diharapkan tetap sama: informasi yang benar, suara yang mencerdaskan, dan media yang berdiri bersama rakyat. “Sekali lagi, Dirgahayu RRI ke-81,” ujar Jacson, mengakhiri. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....