Kapolres Sumba Timur Imbau Masyarakat Cegah Karhutla Musim Kemarau

  • 29 Agt 2026 16:12 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba - Kapolres Sumba Timur AKBP Dr. I Kadek Hery Cahyadi mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla, terutama selama musim kemarau. Kondisi geografis Sumba Timur yang didominasi padang savana, lahan kering, serta vegetasi yang mudah terbakar membuat potensi Karhutla perlu diantisipasi sejak dini agar tidak meluas dan mengancam permukiman maupun keselamatan masyarakat, Waingapu,Jumat,28 Agustus 2026.

Kapolres mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan untuk membuka kebun atau membersihkan semak. Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di kawasan padang savana dan hutan yang kering, serta tidak membakar sampah di area terbuka yang berdekatan dengan rumput kering dan semak belukar. Setiap warga diharapkan memiliki kepedulian bersama terhadap lingkungan dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api maupun kepulan asap di sekitar hutan dan padang.

Menurut Kapolres, sejumlah wilayah di Sumba Timur memiliki tingkat kerawanan Karhutla yang perlu mendapat perhatian lebih. Di antaranya Kecamatan Kambera yang sejumlah wilayahnya berdekatan dengan permukiman dan kerap menjadi lokasi pembakaran sampah, Kecamatan Haharu yang memiliki wilayah luas dengan vegetasi kering saat musim kemarau, serta Kecamatan Pahunga Lodu dan Umalulu yang memiliki hamparan padang rumput luas dan mudah terbakar. Selain itu, Kecamatan Tabundung dan Pinupahar juga menjadi perhatian karena kondisi geografis serta akses menuju sejumlah lokasi yang masih terbatas,"ungkapnya.

Kapolres menjelaskan, kebakaran hutan dan lahan bukan hanya menyebabkan kerusakan terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengancam keselamatan warga, mengganggu kesehatan akibat asap, serta memberikan dampak terhadap aktivitas dan perekonomian masyarakat. Kondisi geografis Sumba Timur yang memiliki wilayah berbukit dan cukup sulit dijangkau juga dapat menyulitkan proses pemadaman apabila kebakaran sudah meluas. Karena itu, pencegahan menjadi langkah utama yang harus dilakukan bersama sebelum api membesar dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Dalam mengantisipasi Karhutla, Polres Sumba Timur bersama TNI, BPBD, Manggala Agni, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat terus melakukan berbagai langkah pencegahan dan penanganan cepat. Upaya tersebut antara lain melalui patroli terpadu di wilayah rawan, sosialisasi langsung kepada masyarakat, kelompok tani, tokoh adat dan tokoh masyarakat mengenai bahaya Karhutla, serta pemetaan titik-titik rawan dan pemasangan spanduk imbauan di lokasi strategis. Kegiatan tersebut juga melibatkan jajaran Polsek dan Bhabinkamtibmas yang berada dekat dengan masyarakat,"jelasnya.

Selain pencegahan, Polres Sumba Timur juga mendorong peningkatan kemampuan personel dan masyarakat dalam menghadapi kebakaran melalui latihan bersama penanganan awal Karhutla.

Pelatihan tersebut sebelumnya telah dilaksanakan Polres Sumba Timur bekerja sama dengan PT MSM di wilayah yang memiliki potensi kebakaran. Kapolres berharap seluruh upaya tersebut dapat memperkuat kesiapsiagaan semua pihak, sehingga setiap potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin. Ia kembali mengajak masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memicu Karhutla dan menjadikan menjaga lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.(YB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....