Damkar Kupang Ungkap Langkah Tepat Hadapi Kebocoran Gas
- 20 Agt 2026 22:05 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kupang meminta masyarakat memahami langkah tepat saat menghadapi kebocoran gas maupun kebakaran akibat korsleting listrik di dalam rumah. Kesalahan dalam penanganan awal justru dapat memperbesar risiko kebakaran dan membahayakan keselamatan penghuni.
Saat terjadi kebocoran gas LPG di dapur, langkah pertama yang harus dilakukan adalah tidak menyalakan peralatan listrik. “Pintu dan jendela perlu segera dibuka untuk memperlancar sirkulasi udara agar gas yang terkumpul dapat keluar dari ruangan,” kata Kepala Bidang Pengendalian Operasi Pemadaman dan Penyelamatan, Tomas Aquino Huwa di RRI Kupang, Kamis, 20 Agustus 2026.
Ino sapaan akrabnya menambahkan setelah kondisi memungkinkan dan jalur menuju tabung gas dapat dilalui dengan aman, regulator harus segera dimatikan dan dilepas dari tabung. Langkah ini penting untuk menghentikan pasokan gas sebelum dilakukan upaya memadamkan api.
“Jika kebocoran gas disertai api yang sudah menyala, masyarakat tetap harus mengutamakan penghentian pasokan gas. Api jangan langsung dipadamkan sebelum regulator dimatikan dan dilepas karena pasokan gas yang masih keluar dapat membuat api tetap menyala,” lanjutnya.
| Baca juga: BMKG Prediksi Cuaca NTT Cerah, 18 Juli |
Untuk kebakaran yang bersumber dari instalasi listrik, masyarakat diingatkan untuk tidak langsung menyiram api menggunakan air. Air dapat menghantarkan listrik dan berpotensi menyebabkan sengatan listrik yang membahayakan orang di sekitar lokasi.
“Langkah yang harus dilakukan adalah segera memutus aliran listrik melalui meteran atau sumber listrik utama, kemudian memastikan arus benar-benar sudah terputus. Setelah dipastikan aman, upaya pemadaman dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan dan tidak terburu-buru mendekati sumber api,” ujarnya.
Pada saat yang sama, masyarakat juga diminta segera menghubungi pihak terkait, seperti PLN dan petugas pemadam kebakaran. Penanganan oleh petugas diperlukan terutama jika api semakin besar, sumber listrik sulit diputus, atau kondisi bangunan sudah membahayakan.
“Masyarakat juga diingatkan untuk tidak menggunakan handuk atau kain basah sebagai cara memadamkan kebakaran yang bersumber dari listrik. Prinsip utama dalam menghadapi kebakaran listrik maupun kebocoran gas adalah memutus sumber bahaya terlebih dahulu, kemudian melakukan pemadaman secara aman,” imbaunya.
Keselamatan penghuni harus menjadi prioritas utama dalam setiap kondisi darurat. Jika situasi tidak memungkinkan untuk ditangani sendiri, masyarakat sebaiknya segera meninggalkan lokasi dan menunggu penanganan dari petugas yang berwenang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....