Semangat Pramuka Menyalakan Harapan Baru bagi Generasi Muda NTT

  • 30 Jul 2026 12:43 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Jambore Daerah Pramuka X Tahun 2026 bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi menjadi ruang untuk menempa karakter, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan harapan akan lahirnya generasi muda NTT yang tangguh, kreatif, dan siap mengabdi bagi daerah.

Semangat itulah yang ditegaskan Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka NTT saat membuka secara resmi Jambore Daerah Pramuka X Provinsi Nusa Tenggara Timur di Bumi Perkemahan Fatubena-Kolhua, Kota Kupang pada Rabu 29 Juli 2026.

Jambore yang berlangsung pada 27 Juli hingga 2 Agustus 2026 ini mengusung tema "Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan." Selama sepekan, para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk memperkuat karakter, kepemimpinan, kemandirian, dan semangat kebangsaan sebagai bekal menjadi generasi muda yang berdaya saing serta mampu berkontribusi bagi pembangunan Nusa Tenggara Timur.

Gubernur juga mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota, kepala sekolah, serta seluruh pemangku kepentingan untuk kembali memperkuat Gerakan Pramuka di lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi sebagai bagian penting dari pembentukan karakter generasi muda.

"Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus diimbangi dengan pendidikan karakter melalui berbagai kegiatan kepramukaan sehingga mampu membentuk generasi yang disiplin, bertanggung jawab, memiliki jiwa kepemimpinan, semangat kebersamaan, dan kepedulian sosial," ungkap Gubernur Melki.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Kupang Christian Widodo selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Kupang menyampaikan Jambore Daerah X menjadi momentum penting bagi pengembangan kawasan Bumi Perkemahan Fatubena sebagai pusat kegiatan kepramukaan sekaligus ruang edukasi dan wisata berbasis alam. Pemerintah Kota Kupang telah menyiapkan pengembangan kawasan tersebut, termasuk penataan lahan, pembangunan infrastruktur dasar, serta penyediaan fasilitas pendukung agar ke depan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan luar ruang.

Menurut Christian, pembangunan akses jalan menuju Bumi Perkemahan Fatubena tidak hanya ditujukan untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan jambore, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran pelaku UMKM selama kegiatan berlangsung menjadi bagian dari upaya menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada para peserta dan tamu yang hadir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....