Puisi Pernikahan Mengajarkan Transparansi dalam Kehidupan Rumah Tangga

  • 27 Jul 2026 15:00 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Penulis dan penyair NTT, E. Nong Yonson, menegaskan pentingnya keterbukaan dan komunikasi sebagai fondasi utama dalam merawat keberlanjutan sebuah pernikahan. Hal tersebut menjadi salah satu poin penting yang kerap dituangkan para penyair dalam karya sastra bertema rumah tangga.

Menurut Nong, dalam konsep kehidupan rumah tangga yang kerap dituangkan para penyair, komunikasi memegang porsi hingga 99 persen untuk menjaga keharmonisan pasangan, sementara satu persen sisanya adalah rasa cinta. Ia menggarisbawahi pentingnya sikap transparansi dibanding sekadar kejujuran parsial.

“Banyak hubungan yang retak disebabkan oleh kegagalan komunikasi. Dalam pernikahan, bukan sekadar kejujuran yang bicara, melainkan transparansi untuk membendung timbulnya kecurigaan. Pasangan harus menjadi teman bicara dan teman berproses dalam segala hal,” kata E. Nong Yonson saat menjadi narasumber dalam program acara Kecapi (Ketong Baca Puisi) di Pro 4 RRI Kupang, Sabtu, 25 Juli 2026 malam.

Nong menjelaskan bahwa Penyair sering kali mempersonifikasikan ikatan tersebut melalui simbol-simbol sederhana namun bermakna dalam seperti bantal dan tikar sebagai tempat berbagi cerita dan impian. Simbol-simbol tersebut mencerminkan komitmen untuk tetap tumbuh bersama.

“Kesempurnaan rumah tangga tidak ditemukan melalui pencarian, melainkan dibentuk melalui proses dan kesepakatan berpikir. Kita tidak memaksakan perbedaan pendapat, tetapi membangun komitmen bersama untuk saling melengkapi,” katanya.

Nong menambahkan melalui penulisan puisi bergenre pernikahan, masyarakat dapat memetik nilai-nilai spiritualitas serta komitmen mendalam untuk saling menjaga dan bertumbuh dalam sebuah kesepakatan hidup bersama.

Ia berharap pesan-pesan moral yang ada dalam puisi dapat mengedukasi generasi muda dalam memahami hakekat pernikahan secara matang. Melalui literasi puisi, masyarakat diajak untuk memaknai cinta bukan sebatas estetika fisik, melainkan kesepakatan jiwa. (Daten)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....