Sholat, Waktu Istirahat Sejati bagi Kaum Muslimin

  • 13 Jul 2026 23:19 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Di tengah kesibukan pekerjaan, tekanan hidup, dan berbagai persoalan yang datang silih berganti, setiap manusia membutuhkan waktu untuk beristirahat. Sebagian orang memilih tidur, berlibur, atau menikmati hiburan untuk menghilangkan penat. Namun, bagi seorang muslim, ada bentuk istirahat yang jauh lebih dalam daripada sekadar melepas lelah secara fisik, yaitu sholat.

Islam mengajarkan bahwa sholat bukan hanya kewajiban yang harus ditunaikan lima kali sehari, melainkan juga menjadi momen seorang hamba beristirahat dari hiruk pikuk dunia untuk kembali mengingat Allah Subhanahu wa Ta'ala. Karena itulah, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjadikan sholat sebagai sumber ketenangan dan penyejuk hati.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam An-Nasa'i, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Dan dijadikan penyejuk mataku berada dalam sholat."

(HR. Ahmad no. 14037 dan An-Nasa'i no. 3940, dinilai hasan oleh para ulama).

Ungkapan "penyejuk mata" dalam bahasa Arab (qurratu 'ain) menggambarkan kebahagiaan, ketenteraman, dan ketenangan yang sangat mendalam. Artinya, Rasulullah tidak menganggap sholat sebagai beban, tetapi sebagai sesuatu yang paling beliau rindukan.

Bahkan ketika menghadapi berbagai persoalan besar, sholat menjadi tempat beliau mengadu dan memperoleh kekuatan.

Ada hadits lain yang secara tegas menunjukkan bahwa sholat adalah waktu istirahat bagi seorang muslim. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berkata kepada sahabatnya, Bilal bin Rabah:

"Wahai Bilal, istirahatkanlah kami dengan sholat."

(HR. Abu Dawud no. 4985, dinilai sahih oleh Syekh Al-Albani).

Perhatikan kalimat Rasulullah tersebut. Beliau tidak mengatakan, "Istirahatlah setelah sholat," tetapi justru, "Istirahatkanlah kami dengan sholat."

Ini menunjukkan bahwa sholat sendiri adalah sarana untuk beristirahat. Ketika seorang muslim berdiri menghadap kiblat, membaca ayat-ayat Allah, rukuk, sujud, dan berdoa, saat itulah hati mendapatkan ketenangan yang tidak selalu bisa diperoleh dari istirahat fisik.

Manusia terdiri dari jasad dan ruh. Tidur memang mampu menghilangkan kelelahan tubuh, tetapi tidak selalu menghilangkan kegelisahan hati. Tidak sedikit orang yang telah tidur berjam-jam namun tetap merasa lelah, cemas, dan hampa.

Sebaliknya, sholat memberikan ketenangan bagi ruh. Ketika seorang hamba berserah diri kepada Allah, ia menyerahkan segala beban, kegelisahan, dan harapannya kepada Dzat Yang Maha Mengatur seluruh kehidupan.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."

(QS. Ar-Ra'd: 28).

Sholat adalah bentuk zikir yang paling sempurna karena di dalamnya terdapat bacaan Al-Qur'an, tasbih, tahmid, doa, dan munajat kepada Allah.

Ada beberapa alasan mengapa sholat menjadi waktu istirahat bagi seorang muslim.

Pertama, sholat memutus sejenak hubungan dengan urusan dunia. Selama beberapa menit, perhatian diarahkan sepenuhnya kepada Allah sehingga pikiran memperoleh kesempatan untuk kembali tenang.

Kedua, sholat mengajarkan kepasrahan. Saat sujud, seorang hamba berada pada posisi paling rendah di hadapan Rabb-nya, namun justru pada saat itulah ia berada pada kedudukan paling dekat dengan Allah.

Ketiga, sholat mengingatkan bahwa setiap masalah berada di bawah kekuasaan Allah. Kesadaran ini membuat hati lebih lapang dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Sayangnya, sebagian kaum muslimin masih memandang sholat sebagai rutinitas yang harus segera diselesaikan. Akibatnya, sholat terasa berat dan kehilangan makna.

Padahal Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan sebaliknya. Beliau menantikan waktu sholat sebagaimana seseorang menantikan saat untuk beristirahat setelah bekerja keras.

Jika setiap kali adzan berkumandang kita menganggapnya sebagai panggilan Allah untuk menenangkan hati, maka sholat tidak lagi menjadi beban, melainkan menjadi tempat pulang dari segala kelelahan hidup.

Sholat bukan hanya kewajiban, tetapi juga anugerah dari Allah bagi kaum muslimin. Di dalamnya terdapat ketenangan, harapan, dan kekuatan untuk menjalani kehidupan. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah memberi teladan dengan menjadikan sholat sebagai penyejuk hati dan tempat beristirahat.

Karena itu, ketika dunia terasa begitu melelahkan, jangan hanya mencari tempat untuk merebahkan tubuh. Carilah juga tempat untuk menenangkan hati. Berdirilah menghadap Allah, rukuklah dengan penuh kekhusyukan, dan sujudlah dengan penuh harap. Sebab, bagi seorang mukmin, sholat bukanlah jeda dari kehidupan, melainkan istirahat terbaik bagi jiwa.(TP)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....