Potensi Gelombang di NTT Capai 2,5 Meter, Delapan Juli
- 07 Jul 2026 16:16 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang laut kategori sedang di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur yang berlaku pada Rabu, 8 Juli 2026. Nelayan, operator kapal, dan pengguna transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Yandri Anderudson Tungga di Kupang mencatat pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 8 hingga 25 knot. Kondisi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan.
“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sape, Selat Sumba, Laut Sawu, Perairan Selatan Sumba, Perairan Sabu-Raijua, Perairan Utara Timor, Perairan Utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, Perairan Selatan Timor-Rote, dan Perairan Taman Nasional Komodo. Wilayah-wilayah tersebut berpotensi mengalami peningkatan tinggi gelombang yang dapat memengaruhi aktivitas pelayaran,” ungkap Yandri pada Selasa, 7 Juli 2026.
Ia memprakirakan gelombang kategori sedang terjadi di Selat Sape bagian selatan, Perairan Selatan Flores, dan Selat Sumba bagian barat. Kondisi serupa juga diprediksi terjadi di Laut Sawu, Selat Ombai, serta Perairan Selatan Sumba.
“Selain itu, gelombang sedang berpotensi terjadi di Perairan Sabu-Raijua, Perairan Utara Kupang-Rote, Perairan Selatan Timor-Rote, dan Perairan Taman Nasional Komodo. Tinggi gelombang diperkirakan berkisar lebih dari 1,25 meter hingga 2,5 meter,” ujarnya.
Ia mengimbau nelayan, operator kapal penyeberangan, dan pengguna jasa transportasi laut agar mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum berlayar. Keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas dengan selalu memperhatikan informasi cuaca dan gelombang laut terkini.
“Masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir juga diminta tetap waspada terhadap perubahan kondisi laut yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” katanya. BMKG akan terus memperbarui informasi cuaca maritim sebagai acuan bagi masyarakat dalam melakukan aktivitas di laut maupun di kawasan pesisir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....