BPS Sumba Timur Mulai Sensus Ekonomi Serentak di 22 Kecamatan
- 17 Jun 2026 17:36 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Sumba - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumba Timur resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan menerjunkan 315 petugas yang akan melakukan pendataan di 22 kecamatan. Kepala BPS Sumba Timur, Imelda Sandrawati Ambot, menjelaskan bahwa pendataan dilakukan menggunakan aplikasi VASI yang terpasang pada gawai petugas untuk mendukung proses pengumpulan data secara digital dan lebih akurat,Waingapu,Senin,15 Juni 2026.
Selain pendataan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) secara door to door, BPS juga melaksanakan pendataan terhadap Usaha Besar (UB). Sebanyak 51 usaha besar telah menerima tautan kuesioner melalui email sejak 1 Juni 2026 dan diberikan kesempatan mengisi data secara mandiri hingga 30 Juni 2026. Jika belum melakukan pengisian, petugas BPS akan melakukan pendampingan langsung kepada perusahaan terkait.
Imelda menjelaskan bahwa sensus kali ini memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Selain mendata pelaku usaha, petugas juga akan mengumpulkan informasi mengenai kondisi sosial ekonomi keluarga. Bahkan sektor pertanian yang sebelumnya tidak termasuk dalam cakupan pendataan kini kembali didata karena dinilai memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah,"ujarnya.
Sementara itu, Statistisi Ahli Muda BPS Sumba Timur, Sulastri F. Selan, mengatakan bahwa metode pendataan dilakukan dengan pendekatan per bangunan. Setiap bangunan akan ditelusuri untuk mengetahui keberadaan keluarga maupun aktivitas usaha yang ada di dalamnya. Jika suatu bangunan hanya digunakan sebagai tempat usaha, maka yang didata adalah karakteristik usahanya, sedangkan jika terdapat keluarga, maka data sosial ekonomi keluarga juga akan dicatat.
Pendataan UMKM dilakukan secara door to door mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Untuk mendukung kegiatan tersebut, BPS menugaskan 272 Petugas Pencacah Lapangan (PPL) dan 43 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML). Setiap PML bertanggung jawab mengawasi dan memeriksa hasil kerja enam hingga tujuh PPL guna memastikan kualitas data yang dikumpulkan tetap terjaga.
BPS mengimbau masyarakat untuk menerima kedatangan petugas sensus yang dilengkapi atribut resmi berupa rompi bertuliskan SE, tanda pengenal, serta surat tugas.
Masyarakat juga diminta menyiapkan dokumen pendukung seperti Kartu Keluarga agar proses wawancara berjalan lancar. Data yang dihimpun melalui Sensus Ekonomi 2026 diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan dan gambaran kondisi perekonomian Kabupaten Sumba Timur secara lebih komprehensif,"ungkapnya.(YB)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....