YLAI Perkuat Literasi Lingkungan Anak lewat Badung Education Fair

  • 12 Jun 2026 17:05 WIB
  •  Kupang

RRI.CO,ID, Sumba - Gelaran Badung Education Fair atau BEF 2026 resmi berlangsung pada 9 hingga 11 Juni 2026 di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Bali. Acara tahunan yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Badung ini mengusung tema besar Pendidikan Berkelanjutan untuk Semua, atau Education for All, Sustainability for Life,Badung, Jumat, 12 Juni 2026.

Ajang pameran pendidikan terbesar di Badung ini sukses menjadi ruang kolaborasi interaktif yang mempertemukan para pelaku, komunitas, dan penentu kebijakan pendidikan. Fokus utama kegiatan ini berpusat pada penanaman kesadaran ekologis serta keadilan akses belajar anak sejak usia dini.

Di antara ratusan peserta, Yayasan Literasi Anak Indonesia atau YLAI sukses mencuri perhatian publik. Organisasi non pemerintah yang fokus pada literasi dasar ini berhasil berinteraksi langsung dengan ribuan pengunjung potensial yang hadir.

Mulai dari komunitas pendidik, institusi keuangan, sekolah internasional, hingga universitas tampak memadati area pameran YLAI. Kehadiran YLAI dalam momentum ini sejalan dengan misinya dalam menghadirkan buku bacaan berkualitas yang mampu menumbuhkan empati serta pemikiran kritis anak terhadap lingkungan.

Lewat stan interaktif ini, YLAI tidak hanya mengampanyekan pemerataan literasi, tetapi juga membuka ruang kolaborasi bagi masyarakat luas yang ingin berkontribusi nyata demi keberlanjutan program literasi anak. Perwakilan manajemen YLAI, Sri Handayani, menjelaskan bahwa dalam ajang BEF tahun ini mereka memperkenalkan inovasi terbaru berupa buku Seri Kenali Perubahan Iklim dan konsep pojok baca hijau.

Inovasi tersebut menjadi langkah konkret kelanjutan dari investasi jangka panjang YLAI di dunia pendidikan dasar. Hingga saat ini, YLAI tercatat telah sukses membentuk dan mengelola 41 Perpustakaan Sekolah Ramah Anak di wilayah Kabupaten Badung.

Informasi lengkap mengenai jalannya program ini dapat diakses publik melalui laman resmi https://literasi.org/program-ylai/pengembangan-perpustakaan-sekolah/ sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dampak. Berbekal capaian tersebut, Sri Handayani menegaskan bahwa YLAI siap bersinergi lebih erat dengan pemerintah untuk melakukan gebrakan bersama dalam mempromosikan literasi lingkungan sejak dini.

Kehadiran stan interaktif YLAI di BEF 2026 ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengambil bagian dalam gerakan literasi. Melalui sinergi yang kuat, upaya melahirkan generasi yang cerdas literasi sekaligus bijak terhadap kelestarian bumi di Indonesia kini semakin dekat untuk diwujudkan. (Humas YLAI/YB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....