Puisi Menjadi Cermin Spiritual dan Kesadaran Kehidupan Manusia
- 02 Jun 2026 22:00 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang - Masyarakat dan para pencinta sastra di Nusa Tenggara Timur diajak untuk memaknai karya sastra, khususnya puisi, sebagai ruang kontemplasi mendalam dalam membangun hubungan spiritualitas dengan Sang Pencipta. Hal tersebut disampaikan oleh Penulis dan Penyair Nusa Tenggara Timur (NTT), E. Nong Yonson, saat menjadi narasumber dalam program siaran "Kecapi - Ketong Baca Puisi" di Pro 4 RRI Kupang, Sabtu, 30 Mei 2026.
Menurut E. Nong Yonson, menulis dan membaca puisi bertema religiusitas bukan sekadar merangkai kata-kata indah, melainkan sebuah proses kegelisahan metafisik untuk memahami kehadiran Tuhan melalui metafora. Di dalam karya sastra, Tuhan sering kali dihadirkan dalam berbagai wujud simbolis seperti cahaya yang melambangkan keselamatan, gunung yang menggambarkan keagungan, hingga angin yang keberadaannya hanya bisa dirasakan melalui rasa, bukan mata.
“Menerjemahkan Tuhan dalam puisi berarti menyadari eksistensi diri kita di semesta ini, serta menjadi sarana kontemplatif untuk melihat sedekat apa hubungan kita dengan-Nya,” ujarnya.
Ia menilai, puisi bertema ketuhanan juga berfungsi sebagai cermin spiritual bagi pembaca maupun penulisnya. Melalui metafora dan diksi puitis, puisi mampu menyentuh kesadaran manusia akan pentingnya rasa bersyukur dan bersujud di tengah dinamika kehidupan yang fana.
Selain itu, E. Nong Yonson juga menekankan bahwa menemukan Tuhan dalam puisi pada akhirnya harus bermuara pada cara manusia bersikap di dunia nyata. Hubungan vertikal yang harmonis dengan Tuhan harus tercermin melalui hubungan horizontal yang baik dengan sesama makhluk ciptaan-Nya.
“Doa dan puisi yang sesungguhnya bukan hanya soal seberapa santun kita kepada Tuhan, tetapi bagaimana kita mampu menerima orang lain dengan ketabahan, kesabaran, dan kasih sayang tanpa melukai hati sesama,” ucapnya.
Melalui ruang sastra religiusitas ini, masyarakat diharapkan dapat memetik pesan-pesan moral dan spiritual yang terkandung dalam bait-bait puisi, sehingga mampu menumbuhkan ketenangan jiwa sekaligus mempererat toleransi dan keharmonisan sosial di wilayah Nusa Tenggara Timur. (Daten)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....