BWS NT II Dorong Konservasi Hulu dan Perubahan Perilaku Jaga Air NTT

  • 07 Okt 2026 08:36 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Konservasi daerah aliran sungai menjadi perhatian Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II untuk menjaga keberlanjutan sumber air NTT. Upaya tersebut dinilai tidak cukup dilakukan di hilir, tetapi membutuhkan perlindungan kawasan hulu serta keterlibatan masyarakat secara aktif.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Parlinggoman Simanungkalit, ST, M.PSDA saat diwawancarai RRI Kupang, Rabu, 7 Oktober 2026 melalui sambungan telpon, menegaskan fungsi ekonomi harus berjalan beriringan dengan fungsi lingkungan dan ekologis dalam pengelolaan air. Menurutnya, kerusakan kawasan hulu dapat mengancam keberadaan sumber air meskipun perbaikan sungai dilakukan secara maksimal di hilir NTT.

BWS NT II berkoordinasi dengan BPDAS untuk mendorong penghijauan kembali kawasan hulu dan memperkuat fungsi konservasi aliran sungai. Setiap pembangunan bendungan atau bendung baru juga diarahkan memiliki greenbelt yang berfungsi menjaga lingkungan sekaligus mendukung konservasi air.

Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting melalui komunitas peduli sungai dan berbagai kegiatan penanaman pohon di kawasan prioritas tersebut. Parlinggoman Simanungkalit juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah ke badan air karena dapat merusak sumber air.

Pemanfaatan sempadan sungai dan embung secara tidak terkendali juga dinilai dapat mengurangi kapasitas tampungan serta mengganggu fungsi infrastruktur. Selain itu, aktivitas pertanian pada lereng tertentu perlu dihindari karena berpotensi meningkatkan risiko longsor serta kerusakan lingkungan sekitar.

“Yang pertama kita harus memelihara sungai kita dengan baik, itu yang pertama,” ujarnya, menegaskan. BWS NT II juga mendorong masyarakat aktif menanam pohon dan menghijaukan kembali kawasan tangkapan air di bagian hulu.

Langkah konservasi tersebut menjadi semakin penting menghadapi perubahan iklim, kekeringan, serta kebutuhan air masyarakat NTT yang terus berkembang. Kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan diharapkan mampu menjaga sumber air sekaligus mendukung ekonomi daerah NTT secara berkelanjutan. (DB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....